Mata Minus juga Bisa Plus

mata minus juga bisa plus

Bingung? Iya, saya juga.

Saya adalah penderita myopia dengan minus 14 dan 11 disertai dengan cylinder 0.5 dan 1 di mata kanan kiri. Untuk yang ingin tahu kronologi sebelumnya bisa mampir di Mata Minus Tinggi dan Softlens tahun ke-17 (sekarang mah udah 22 tahun jadinya).

Sebulan belakangan, saya merasakan kalau fokus mata saya kurang sekali ketika mengetik di hp atau di laptop, rasanya seperti berbayang dan hurufnya seperti gemetar. Saya pikir apa karena efek dari sinar biru di layar hp karena saya mulai rajin lagi main Scrabble, atau hal lainnya. Saya sudah berpikir bahwa cylinder pasti naik nih, karena untuk melihat jauh softlens saya masih sangat membantu.

Akhirnya, hari ini memutuskan untuk periksa di optik langganan saja, tidak perlu ke dokter mata, dengan pertimbangan kerepotan serta resiko dll. Mata saya diperiksa menggunakan komputerMba yang membantu saya menanyakan beberapa hal, keluhan yang dirasakan, kapan terakhir periksa, serta umur.  Komputer mencetak hasil yang sama dengan ketika periksa di dokter mata 4 tahun yang lalu. Minus dan cylinder tidak ada yang bertambah. Lalu saya diminta menggunakan kacamata pengukur, dan si mba memasang lensa. Mata sayapun membelalak melihat betapa terang dan tajamnya tulisan di depan saya. Lain sekali dengan apa yang saya rasakan sebulan belakangan. Melihat saya kegirangan, si mba bilang, “Ini yang saya pasang lensa ukuran minus ibu, ditambah dengan lensa plus 1, bu…”. Saya yang masih kegirangan, jadi bingung. Kok bisa, mata saya minus tapi sekaligus plus. Jadi, menurut si mba, apa yang saya alami, memang sewajarnya dialami oleh orang yang berusia 40 tahun, dengan kondisi mata normal, ataupun minus. Dibalik kehalusan kalimat si mbanya, yang terngiang2 di kepala saya adalah….saya udah tuaaaaaaaa.. Menegaskan ketuaan yang selama ini memang sudah mulai dirasakan. Oh, saya belum cerita kalau sebelumnya saya juga pernah beli kaca pembesar semata untuk membantu melihat label makanan atau tulisan kecil ketika Abby sedang tidak bisa dimintai tolong. Dan hari ini, semua tabir ketuaan semakin lebar dibukakan satu persatu. Well, we just can’t fight getting old. So, let’s just embrace it.

Kebetulan saya punya kacamata minus yang lensanya pecah, saya putuskan untuk menggunakan frame yang ada dan mengganti lensanya saja dengan ukuran plus 1 tadi. Saya mengeluarkan uang sebesar 150rb untuk lensa tersebut. Kebetulan lensanya ada di stok, jadi saya hanya menunggu sekitar 15 menit, dan selesai. Jadi begini rutin saya ke depannya. Bangun tidur sekitar jam 6, biasanya saya beri jeda sekitar 30 menit dari bangun tidur sebelum pakai softlens. Ketika sedang menggunakan softlens, jika ingin mengetik atau membaca, saya perlu mengambil dan menggunakan kacamata plus saya, jika tidak, softlens saja masih sangat mumpuni. Lalu sebelum tidur, biasanya sekitar jam 22.00 saya lepas softlens. Jika masih pingin nonton atau belum ngantuk, saya menggunakan kacamata minus. Sepertinya ribet ya? Heheheh, saya sudah berurusan dengan kacamata sejak kelas 3 SD, jadi … tidak juga kok.

Sedih nggak sih, Susan?

Kok ya, nggak. Biasa aja. Jadiiii….ini saya, perempuan 40 tahun, dengan mata minus 14 dan 11, cylinder 0.5 dan 1, plus 1.  Wheeeyyy…..diborong semua deh. Tetap harus bersyukur banyak-banyak, karena Tuhan masih berikan mata yang bisa melihat walaupun dengan berbagai tantangan begini. Semangaaaattt!!!1

Untuk teman2 yang kebetulan membaca tulisan ini, mudah2an apa yang saya bagikan bisa bermanfaat dan bisa saling menguatkan. Oya, saya sengaja membuat grup FB untuk tempat berbagi pengalaman bagi teman seperjuangan yang sama dengan saya. Boleh ikuti tautan ini xxxxx, atau cari grup  Cahaya Mata. Salam sehat, kuat, dan bahagia selalu untuk kita semua.

Gambar dari Sofia Iivarinen dari Pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *