Semangat Olahraga Walaupun #dirumahaja


Dengan adanya penerapan PSBB yang masih diberlakukan hingga saat ini, kita dituntut untuk lebih kreatif dalam melakukan segala sesuatu. Survival instict yang purba kembali muncul mengingatkan kita dengan rendah hati betapa berharganya arti sehat. Pandemi global virus corona menyadarkan kita bahwa sehat harus dimulai dari diri kita sendiri, dengan kesadaran penuh.

Sejak 2 tahun lalu, saya mengambil langkah ekstrim untuk diri sendiri dengan memutuskan berani melakukan perubahan gaya hidup, termasuk di dalamnya pengaturan pola makan serta pola olah raga. Saya sempat terlena dengan zona nyaman sebagai ibu rumah tangga, dan menjadikan hal tersebut sebagai alasan untuk saya tidak berolah raga, alasan klasik ‘tidak sempat’ ada di nomor satu daftar alasan saya. Saya butuh usaha keras serta tekad yang kuat untuk bisa keluar dari alasan itu. ‘Bisa sehat dan melihat anak-anak besar’ menjadikan saya berubah.

Struktur olah raga yang saya lakukan pun dimulai dengan sangat sederhana, tanpa alat yang memadai di awal latihan dulu, hingga sekarang bisa menemukan ritme yang cocok untuk diri sendiri. Keadaan serba terbatas di masa PSBB ini membuat kita juga mengandalkan akal sehat yang tajam untuk melakukan sesuatu. Awal tahun ini, saya sempat cedera bahu, yang berlangsung selama hampir 3 bulan. Di bulan ketiga ketika semua makin memburuk, saya menggunakan aplikasi Halodoc untuk konsultasi karena sakit yang tidak tertahankan tapi sungkan pergi ke rumah sakit di masa seperti ini.

Saya ingat waktu itu saya mengunduh aplikasi Halodoc sekitar jam 2 pagi, dan dalam waktu singkat saya sudah dapat berkonsultasi dengan dokter pilihan saya. Metode konsultasi berbayara online ini menggunakan fitur chat di dalam aplikasi, saya membayar menggunakan metode potong saldo GoPay. Disana tersedia dokter umum hingga dokter spesialis dengan profil yang lengkap, kita hanya tinggal pilih dan bayar, lalu mendapatkan sesi konsultasi selama 30 menit. Saya disarankan untuk makan obat, dan kunjungi rumah sakit jika memang tidak ada perubahan setelah obat habis.
Pagi-pagi setelah konsul, saya langsung cerita kepada suami betapa hebatnya aplikasi ini dan betapa teknologi dan corona mengubah cara kita berinteraksi. Apa lagi yang bisa dilakukan lewat aplikasi Halodoc selain konsultasi? Oh banyak…kamu bisa cek virus corona, beli obat, buat janji dengan dokter di rumah sakit langganan, mengingatkan jadual minum obat, dan juga tersedia artikel-artikel kesehatan yang sangat bermanfaat.

Olah raga di rumah
Kenapa tidak ke pusat kebugaran, studio senam, atau tempat lainnya? Saya juga inginnya begitu tapi apa daya ada bocah antik yang tidak bisa ditinggal kemana, jadi pilihan olah raga ya di rumah. Teman setia yang mendampingi sekaligus trainer saya sejak awal adalah YouTube. Iya, YouTube, saya bisa temukan berbagai macam olah raga mulai dari yoga, dance, cardio, beban, trx, pound fit, dan apapun namanya. Boleh mampir juga untuk baca cerita perjalanan olah raga di rumah saya berikut ini:
Bagaimana saya menurunkan 10 kg di rumah?

Berikut beberapa tip untuk teman-teman yang ingin mulai olah raga di rumah.
1. Siapkan hati, bulatkan tekad, dan miliki alasan
Ini adalah modal pertama yang harus dimiliki, karena semua dimulai dari pola pikir kita sendiri. Miliki alasan yang kuat, dan pegang terus alasan ini.

2. Mulai dari yang ringan
Kalau memang kita tergolong tidak aktif sebelumnya, saya menyarankan untuk selalu mulai dari yang ringan, entah itu jalan kaki, senam ringan, atau lainnya, sehingga bisa menilai kemampuan di awal. Jangan memaksa tapi jangan juga menyerah. Olah raga biasanya dilakukan selama 30 menit, 3 – 5 kali seminggu. Tapi kembali lagi, sesuaikan dengan kondisi tubuh sendiri ya.

3. Tidak perlu modal besar
Saya beberapa kali sering dengar bahwa olah raga juga perlu modal besar. Saya waktu mulai dulu, tidak punya sepatu, matras, atau alat apapun. Saya hanya punya tubuh saya sendiri, dan itu oke. Tapi seiring waktu, saya perlu berinvestasi dengan membeli alat-alat yang saya benar-benar butuhkan saja. Saya beli bertahap sepatu olah raga, sepasang barbel, matras, dan juga gym ball. Saya pikir, dibanding dengan bayar membership pusat kebugaran, alat-alat ini sudah cukup mumpuni untuk mulai kok. Tapi banyak juga teman-teman yang memilih menggunakan alat sederhana seperti membuat barbel dari adukan semen, atau menggunakan beras sebagai pengganti kettle bell. Semua bisa dilakukan.

4. Tetap kreatif
Kreatif memilih jenis olah raga yang dilakukan, memilih waktu yang sesuai dengan jadual harian, serta kreatif menciptakan mood olah raga yang menyenangkan. Untuk saya, musik sangat membantu!!! Pilih lagu yang memompa semangat dan mulai.

5. Be Happy!!!
Olah raga itu salah satu cara mengubah mood jelek ke mood bagus loh, karena ada hormon endorfine yang dilepaskan ketika berolah raga, sehingga membuat kita lebih bahagia dan mengurangi stress. Jadi, jangan terbeban untuk olah raga, tapi lakukan olah raga untuk membuat hati bahagia.

Boleh mampir ke Instagram Page saya di @indrianysusan untuk ide-ide olah raga di rumah. Jaga sehat, dan tetap semangat yaa..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *