Merindukan Kota Kelahiran, Bandar Lampung, si Kota Tapis Berseri

Membicarakan kota kelahiran selalu membuat hati dan jiwa bergetar, apalagi untuk para perantau atau orang yang sudah lama tidak kembali. Kota kelahiran saya tidak jauh, hanya berseberangan pulau yang dibatasi lautan bernama Selat Sunda. Provinsi paling selatan di Pulau Sumatera, yaitu Lampung.

Saya lahir dan besar di kota Bandar Lampung yang multikultural dan dinamis. Sebuah kota berkembang yang sedang menancapkan tajinya untuk makin maju dengan pembangunan yang gencar.Saya terakhir pulang sekitar 3 tahun yang lalu, termasuk lama karena sebelumnya dalam setahun sering pulang pergi Lampung – Jakarta. Apa yang paling kamu rindukan tentang kota kelahiranmu? Suasana, makanan, tempat wisata, teman-teman, ah..terlalu banyak aspek yang lebih personal untuk masing-masing orang tentunya.
Bandar Lampung sendiri memiliki banyak sekali tempat kuliner untuk dijelajahi, karena letaknya yang bersebelahan dengan Sumatera Selatan, pengaruh daerah ini dirasa begitu kental. Berikut beberapa tempat yang harus kamu datangi, kalau kamu berkunjung ke kota kelahiran saya.

1. Warung makan pempek di Jl. Mayor Salim Batubara atau lebih dikenal dengan Kupang
Banyak tempat kuliner yang menyajikan makanan khas propinsi tetangga terdekat tersebut seperti pempek dan pindang ikan. Ada sebuah jalan di daerah Kupang, Teluk Betung, tepatnya di jalan Mayor Salim Batubara, dan disepanjang jalan tersebut akan banyak sekali ditemui rumah makan khusus pempek. Ciri khas nama rumah makan disini adalah dengan menggunakan angka, misalnya Pempek 88, Pempek 40, Pempek 56, Pempek 91, dll. Disinilah biasanya para wisatawan datang untuk makan atau membeli oleh-oleh untuk buah tangan. Dan karena seumur hidup saya sudah makan pempek Lampung, sampai sekarang pempek di Jakarta rasanya belum pas untuk saya.

2. Pepes dan pindang ikan patin Cek Mat di Panjang
Ini adalah salah satu tempat yang jarang sepi setiap kami berkesempatan makan disana. Tempatnya yang agak jauh dan terpencil, tidan menghalangi orang berkunjung kesana. Rumah makan ini bernama Rasa Palembang yang mengkhususkan diri menjual olahan ikan air tawar. Ada pindang ikan patin, pepes ikan baung, ikan seluang goreng, udang galah jumbo, dll, pokoknya kalau kesini, tidak pernah kecewa. Di dinding rumah makan ini, banyak sekali dipajang foto orang-orang penting maupun selebritis yang pernah makan disini.

3. Nasi goreng Kadir – Husin
Kok nasi goreng? Whiiyy, jangan salah sangka dulu. Ini salah satu nasi goreng legendaris yang ada di Bandar Lampung. Sejarah ke belakangnya panjang sekali. Saya mungkin sejak kecil sudah sering diajak Papa Mama makan disini, tempatnya pun sempat berpindah-pindah karena alasan penggusuran dll. Kadir adalah nama bapak pendirinya, sedangkan Husin adalah nama anaknya, walaupun sampai sekarang hanya berjualan di tenda pasar malam, tempat ini selalu saya datangi setiap saya pulang. Dari jaman nasi goreng di Jakarta masih 8 – 10 ribu, nasi goreng Kadir Husin sudah mematok harga dikisaran 15 ribu. But, it worth every dime! Saya tidak bisa menjelaskan apa bedanya rasa nasi goreng Kadir dibanding dengan nasi goreng lainnya, kamu harus coba sendiri. Sekarang, warung ini sudah dipegang anak-anak dan cucunya. Warung tendanya ada di Pusat Jajan Pasar Mambo, Jl. Hasanudin, Teluk Betung. Dulu tempat ini ramai sekali setiap malam, apalagi akhir minggu, tapi seiring waktu dan banyaknya tempat makan modern yang bermunculan, tempat ini tidak lagi seramai dulu.

Kebetulan sekarang sudah mulai libur anak sekolah, saya dan kedua bocah merencanakan pulang ke Lampung minggu depan, karena suami tidak bisa libur, maka pesawat menjadi pilihan kami. Sekarang, dimanapun kita bisa memesan tiket pesawat dengan mudah. Harga tiket pesawat boleh sama, sehingga yang menjadi pertimbangan ada promo yang ditawarkan. Yah, namanya juga mamak-mamak, selalu cari yang paling menguntungkan. Saya suka sekali fitur Promo yang ada di pojok kanan atas aplikasi karena disana kita bisa melihat promo yang sedang berlangsung dan dengan mudah menyalin kode voucher yang ingin digunakan. Selain itu, pembelian tiket pesawat di Pegipegi juga menawarkan metode pembayaran yang beragam, mulai dari transfer, bayar cash di payment point, atau juga kartu kredit.

Oya, Bandara Radin Inten II di Bandar Lampung juga makin modern dan rapi, mudah-mudahan pelayanan yang diberikan makin meningkatkan kunjungan wisatawan ke Lampung. Sejauh apapun kita pergi, kembali ke kota kelahiran selalu memberikan kesan terdalam pada jiwa dan hati. Saya terus mendoakan supaya kota Bandar Lampung tidak lagi dipandang sebelah mata karena image yang kurang baik, tapi dapat terus berkembang menjadi kota yang ramah dan maju.

Main-main ke Lampung yaaa….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *