CHIANG MAI, THAILAND: Kota yang Membuat Jatuh Hati – Bagian 1

chiang mai
Chiang Mai, Thailand – Awal tahun 2018 ini, saya dan keluarga berkesempatan mengujungi sebuah kota bernama Chiang Mai di Thailand bagian utara. Dan ini adalah pengalaman saya pertama kali keluar negeri. Ya, di umur saya yang sekarang ini, kesempatan ini baru datang, dan indahnya lagi, perjalanan ini bisa dilakukan dengan suami, anak-anak, dan juga orang tua. Saya rasanya lebih memilih untuk menceritakan lebih banyak tentang kota Chiang Mai daripada cerita saya pribadi, karena alasan yang sederhana, saya benar-benar terkesan dengan kota ini.

Kenapa memilih Chiang Mai? Karena, suami saya lebih dulu sudah pernah kesana, dan kesan yang didapatnya ketika itu adalah … Papa dan Mama harus datang kesini. Papa dan Mama saya senang sekali berkunjung ke kuil, walaupun mereka beragama Katolik, tapi Budha adalah agama yang dianut oleh nenek dan kakek saya, jadi keterikatan itu masih kental dirasa. Banyak kuil yang indah, serta suasana kota yang tenang dan sejuk, membuat suami saya langsung ingat Papa Mama. Saya terharu sekali waktu Mama bilang kalau suami saya video call ketika ia sedang berada di kuil, memberitahu bahwa mereka akan menyukai tempat ini. Kebetulan, kedua orang tua dari suami sudah tidak ada, dan hanya tinggal Papa Mama yang menjadi orang tuanya.

Tempat Menginap dan Sekitarnya

Kami memiliki sahabat yang tinggal disana. Beliau dan istri mengelola apartemen untuk disewakan kepada turis-turis yang berkunjung kesana, dan kami juga tinggal disana. Kami menempati dua unit apartemen di My Hip Condo 2, building 3. Apartemen di Chiang Mai tidak banyak yang tinggi seperti di Jakarta. My Hip Condo ini hanya terdiri dari 7 lantai, tapi terdiri dari banyak gedung. Gedung apartemen masih termasuk baru, dan belum banyak penghuninya, atau memang sengaja hanya digunakan para pemiliknya untuk disewakan. Apartemen 1 kamar tidur dengan ruang tamu, dapur, kamar mandi, lengkap dengan peralatan rumah tangga seperti kompor, penghisap asap, microwave, toaster, rice cooker, teko pemasak air, kulkas, beserta peralatan makan dan masak yang cukup lengkap. Fasilitas umum yang disediakan termasuk penggunaan kolam renang dan gym. Karena kami sampai disana sudah malam, saya tidak ingat untuk mengambil gambar ruang apartemen, dan hanya punya gambar fasilitas umumnya saja. Informasi lebih lanjut untuk penyewaan apartemen ini dapat menghubungi:

Leslie Loo
leslie_loo_cn@hotmail.com
0871920008 – 0891918428
My Hip Condo 2
Nong Pa Khrang, Mueang Chiang Mai District, Chiang Mai 50000, Thailand

Apartemen ini dekat sekali dengan Big C Extra, pusat perbelanjaan seperti ITC di Jakarta. Di BigC inilah kami membeli berbagai kebutuhan yang diperlukan selama tinggal di apartemen. Setiap hari Kamis, Jumat, dan Sabtu, ada pasar malam di halaman parkir bagian belakang. Mulai dari menjual makanan, buah, sayur, pakaian, souvenir, dan lain-lain. Karena disini mayoritas beragama Budha, semua makanan yang dijual hampir semuanya mengandung babi. Kebetulan Papa tidak suka makan babi, jadi mencarikan makanan yang tanpa babi, harus mengeluarkan usaha ekstra.

Di sekitar My Hip Condo 2 ini juga banyak ruko-ruko yang digunakan tempat usaha kedai kopi, restoran, tempat pijat, salon, klinik dokter, dan lain-lain, jadi kami cukup nyaman dikelilingi oleh tempat-tempat ini. Kami juga menyempatkan diri mencoba Thai massage di dekat apartemen. Pengalaman perdana saya merasakan pijat ala Thailand yang terkenal itu. Dan saya suka 🙂

Tempat yang Dituju
Beberapa minggu sebelum keberangkatan, saya ditugasi oleh suami untuk menyusun rencana perjalanan. Mencari info sebanyak-banyaknya tentang kota ini, tempat yang mau dituju, serta kapan mau dikunjungi. Semua dibuat detail, termasuk hari dan jam. Walaupun pada kenyataan, rencana perjalanan ini tidak baku kami ikuti, tapi benar-benar sangat membantu, karena kami sudah tahu tempat yang akan dikunjungi, dan hanya tinggal membuat penyesuaian tergantung keadaan disana, sesuai dengan kondisi kesehatan Papa Mama yang menjadi pertimbangan.

Banyak kuil di daftar rencana perjalanan, kuil dengan keunikannya sendiri-sendiri. Tapi, si anak pre-teen dan si bocah toddler sama sekali tidak peduli untuk urusan ini. Yang bocah hanya lari kesana kemari, sedangkan si pre teen hanya asyik dengan hapenya sendiri. :p

Kuil yang sempat kami kunjungi adalah

1. Wat Phra Doi Suthep, sekitar 1 jam dari apartemen.
Alamat:
Wat Phra That Doi Suthep Road Tambon Su Thep,
Chiang Mai Chang Wat Chiang Mai 50200, Thailand

Kuil berlapis emas yang terletak di daerah gunung seperti Puncak, adalah salah satu kuil paling terkenal dan paling ramai dikunjungi oleh wisatawan. Dan benar saja, sampai disana ramai sekali orang dari berbagai negara, baik datang secara perorangan atau juga rombongan. Ada dua cara untuk sampai dikuil ini. Naik tangga sebanyak kurang lebih 300an anak tangga, atau menggunakan lift dengan membayar 50 Baht. Pertimbangan Papa dan Mama yang sudah tidak mungkin naik tangga sebegitu tinggi, serta saya yang harus menggendong Nolan, kami akhirnya memutuskan untuk naik lift.

2. Wat Phra Doi Kham, sekitar 30 menit dari apartemen.
Alamat:
Mu Ban Chiang Mai Lake Land Rd, Tambon Su Thep,
Amphoe Mueang Chiang Mai, Chang Wat Chiang Mai 50200, Thailand

Kuil ini juga berada di daerah bukit, tapi tidak setinggi Doi Suthep, dan mobil bisa masuk hingga ke area parker depan kuil. Ada empat patung Buddha besar di kuil ini, dan juga ramai dikunjungi wisatawan. Dari sini juga bisa melihat kota Chiang Mai dari ketinggian.

Kuil-kuil berikutnya berada di kota Chiang Rai, provinsi tetangga dari Chiang Mai, yang berjarak sekitar 3 jam naik mobil. Kami disewakan van yang unik, juga dari sahabat kami. Untuk informasi dan harga sewa bisa langsung menghubungi laman FanPage Chiang Mai Mini Van.

3. Wat Rong Khun / White Temple
Alamat:
San Sai, Mueang Chiang Rai District, Chiang Rai 57000, Thailand

Kuil ini adalah kuil pertama yang dikunjungi ketika sampai di Chiang Rai. Begitu melihat desain gedung dari kejauhan, kami sudah terkagum-kagum dan menjadi lebih takjub ketika masuk ke dalam. Ada biaya tiket masuk untuk wisatawan sebesar 50 Baht disini. Seperti namanya, keseluruhan kuil bergaya kontemporer didominasi oleh warna putih dan perak. Ini adalah kuil yang paling saya suka secara arsitektur, tapi karena banyaknya orang yang berkunjung dan Nolan yang menangis karena ingin masuk ke daerah kuil yang dilarang, saya jadi tidak begitu menikmati momen disana.

4. Wat Roang Suea Tean / Blue Temple
Alamat:
Rim Kok Subdistrict, Chiang Rai 57100, Thailand

Kuil ini berada di daerah tengah kota, kuilnya tidak begitu besar di banding kuil-kuil sebelumnya, dan juga masih belum selesai dibangun. Siapa yang membangun dan mendesain kuil ini sampai sekarang masih menjadi misteri.

5. Wat Huai Pla Kung / 9 Tier Temple and Giant Sitting Buddha
Alamat:
553 Moo 3, Rimkok Subdistrict, Chiang Rai 57100, Thailand

Saya tidak sempat mengambil banyak gambar disini karena Nolan terlalu gembira melihat hamparan rumput dan langsung berlarian dan bermain kesana kemari.

6. Baan Dam Art Museum
Alamat:
13 Tambon Nang Lae, Amphoe Mueang Chiang Rai, Chang Wat Chiang Rai 57100, Thailand

Didirikan oleh Thawan Duchanee, salah seorang seniman Thailand yang diakui dunia, kelahiran Chiang Rai, sebagai proyek pribadinya. Black House ini lebih ke museum, bukan kuil. Terdiri dari sekitar 40 bangunan, didominasi warna hitam, ornamen yang digunakan sebagian besar terdiri dari tulang-tulang hewan, batu-batu, patung, dan hiasan kayu. Disini juga ada pertunjukan tari tradisional Thailand yang bisa dinikmati sambil duduk, atau juga bisa sambil dipijat dengan teknik kayu yang dipukul-pukulkan ke tubuh. Unik.

Ada beberapa tip yang berguna sebelum mengunjungi kuil-kuil di Thailand

  1.  Berpakaian yang sopan dan rapi, karena ini adalah tempat ibadah, jadi diharuskan memakai pakaian yang tertutup. Jika tidak, Anda akan diharuskan menggunakan kain yang disediakan.
  2. Perhatikan jam operasional kuil dan apakah ada tiket masuk yang harus dibayarkan, karena ada beberapa kuil yang mengenakan tiket masuk untuk turis, ada juga yang tidak.
  3. Bersikap hormat dan sopan. Ada beberapa peraturan di dalam kuil yang berbeda satu dengan lainnya. Ada tempat yang Anda boleh masuk, ada yang tidak. Ada yang boleh difoto, ada yang tidak. Patung Buddha harus selalu berada lebih tinggi dari Anda.

This slideshow requires JavaScript.

Selain ke kuil, kami juga mengunjungi beberapa kafe yang unik, dan sebuah tempat bermain anak-anak The Hidden Village, dimana anak-anak bisa melihat dinosaurus dalam ukuran sebenarnya, Ada beberapa hal juga yang sangat berkesan selama kami di Chiang Mai, ditunggu pada artikel selanjutnya ya…

 

3 thoughts on “CHIANG MAI, THAILAND: Kota yang Membuat Jatuh Hati – Bagian 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *