Pubertas (1)

Memulai Awal yang Baru dengan Prelo

Jual Barang BekasSore itu mendung. Gelap.

Aku hanya duduk diam di kamar, masih dengan mata sembab dan tisu yang bertebaran di seisi kamar. Rasanya masih sakit sekali terasa. Perih sesekali mengeriyap di seluruh tubuh, tapi di dada terasa lebih perih. Lagu When We Dance-nya Sting yang biasanya membawaku terbang ke awan tingkat ke tujuh, sekarang terdengar seperti mengolok-olokku tak henti. Please, berhenti bernyanyi, Sting. Aku matikan CD Player di kamar dengan kesal.
Bau tanah sebentar mulai memenuhi kamar. Hujan mulai turun. Gerimis. Continue reading “Memulai Awal yang Baru dengan Prelo”