wp-image-692271899

Akui Saja

abbz

Ternyata benar yang orang bilang kalau punya anak lebih dari satu, dan mengurus sendiri, keluh kesah semasa anak baru satu tidak ada apa-apanya. Benar sekali. Teori yang kadang rasanya mudah sewaktu dibaca dulu, ketika praktek, entah kemana terbang bersama peluh serta emosi yang naik turun. Abby, 7 tahun, dan Nolan 4 bulan adalah anak-anak terkasih yang membuat saya benar-benar melek soal time juggling, si Kakak yang disiapkan untuk mandiri jauh sebelum kelahiran Nolan, ternyata masih saja butuh ditemani mandi, kadang masih minta disuapi, kadang berulah tanpa sebab, dan diwaktu yang sama sang Adik menangis menjerit-jerit minta susu langsung dari sumbernya. Continue reading “Akui Saja”

wp-image-692271899

Seiring Waktu…

image

Membaca postingan ‘Cerita Susah Mandi’ yang saya posting hampir setahun lalu, tiba-tiba membawa saya ke situasi sekarang yang sungguh kondusif dirumah. Sudah hampir tidak pernah lagi tantrum berkumandang di rumah kami. Saya sangat bersyukur sekali tahap itu terlewati dengan baik.

Memang tidak ada sekolah untuk belajar menjadi orang tua, karena semua ‘learning by doing’. Satu-satunya cara cuma memperkaya diri supaya bisa mendidik dan mengajar anak sebaik-baiknya. Dari perkembangan Abby di usia 4,5 thn sekarang, emosi yang dulu meledak-ledak tidak lagi datang. Hanya sekedar sikap wajar yang ditunjukkan jika ia tidak menyetujui sesuatu sekedar protes.
Belakangan kami lebih bisa berkomunikasi dengan baik, faktor umurnya tentu berperan banyak, semakin besar dan banyak pengertiannya. Justru dengan melewati fase ‘berperang’ itulah sekarang kami bisa lebih saling mengerti.

Jadi, untuk para orang tua diluar sana yang memiliki anak dengan emosi berlebih saat toddler, saya cuma bisa bilang, cari informasi sebanyak-banyaknya, bersabar, dan berdoa tanpa putus supaya kita semakin dikuatkan.

Home, 20/02/13