chiang mai thailand

Abby’s First Home Video

This is Abby’s first home videos. She asked me too many times to post her video on Youtube, but uploading a 30-40 minutes video could take forever with our internet speed. We already recorded from the beginning while she tried to build Lego, but editing in mobile version is very limited. In other hand, my knowledge of editing with high tech application is barely zero. 🙂 (*even aligning this video to center is still unsuccessful after trying this and that for a half day). Poor me.. :p. So, we tried to make it simple, and short enough, and we decided to record this.

 Continue reading “Abby’s First Home Video”

chiang mai thailand

Sad day for the World…

Sandy Hook

Peristiwa penembakan di Sandy Hook beberapa hari yang lalu benar-benar membuat semua hati tercabik-cabik. Tak habis hati bertanya kenapa dan mengapa peristiwa buruk itu bisa terjadi. 27 korban meninggal, dan 20 diantaranya hanya berumur 6-7 tahun. Seorang pemuda yang juga masih berumur 20 tahun datang ke sekolah mereka dan melepaskan tembakan membabi buta. Entah alas an kejiwaan, psikologis, atau apapun, kejadian ini melangkahi akal sehat manusia.

Yang  terus membayangi kepala saya adalah betapa kecilnya anak-anak itu. Tidak jauh dari umur anak saya sekarang yang masih 4,5 tahun. Membayangkan apa yang harus mereka lalui, membayangkan apa yang keluarganya harus lewati dengan kejadian ini, saya benar-benar tidak bisa membayangkan menempatkan diri saya di posisi mereka. Sudah sering kali sekolah menjadi sasaran untuk orang-orang dengan ‘masalah’ melampiaskan amarahnya.

Di negara sebesar dan sehebat Amerika Serikat, mereka seharusnya mempunyai tameng untuk mencegah hal-hal buruk seperti ini untuk bisa terulang. Masalah undang-undang kepemilikan senjata, peredaran, pembatasan seharusnya bisa dirumuskan dan diatur ketat. Tapi mungkin mereka mempunyai pandangan lain karena majunya pemikiran. Semua hal memiliki dua sisi, begitu juga dengan majunya sebuah negara. Senjata yang dinegara kita menjadi barang yang langka dan sangat sangat terbatas peredarannya, disana menjadi hal yang lumrah dimiliki di rumah tangga, dengan dalih menjaga diri.

Apapun masalah negara, sudah seharusnya anak-anak khususnya, memperoleh rasa aman dan nyaman dalam mengenyam pendidikan. Ketika fasilitas sudah mendukung, sudah seharusnya situasi pun mengikutinya. Semoga di masa mendatang tidak ada lagi peristiwa memilukan seperti ini, dan hati saya seluruhnya bersama dengan keluarga yang menjadi korban di Sandy Hook. Semoga Tuhan memberikan tempat terbaik untuk para korban.