5 Kebiasaan Buruk Penumpang Pesawat Pada Umumnya, Termasuk Kamu Juga?

Sudah dapat tiket pesawat untuk liburan akhir tahun? Pesawat terbang saat ini memang merupakan transportasi yang sangat diandalkan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Jarak ribuan kilometer bisa dijelajahi hanya dalam hitungan jam saja. Dengan kecepatan yang sangat tinggi ketika terbang di udara, moda angkutan ini dianggap menjadi yang terbaik dan teraman bila dibandingkan dengan sarana-sarana transportasi lainnya.

Tapi di balik kenyamanan dan keamanan yang ditawarkan selembar tiket pesawat, ada banyak cerita-cerita negatif di dalamnya. Salah satu penyumbang cerita tersebut adalah para penumpang. Sebagai angkutan dengan kecepatan tinggi, pesawat memiliki aturan-aturan ketat yang wajib dipatuhi orang-orang yang ada di dalam kabinnya. Kalau nggak dipatuhi, risiko kecelakaan bisa terjadi dalam situasi yang paling buruk.
Berikut adalah kebiasaan-kebiasaan buruk yang sering dilakukan oleh penumpang pesawat terbang. Apakah kamu juga termasuk sebagai pelakunya?

Diam-Diam Menyalakan Ponsel

Saat melihat ke luar jendela pesawat, awan begitu indah ditemani pancaran cahaya matahari. Pegiat media sosial pasti nggak mau melewatkan kesempatan ini. Ponsel pun diam-diam dikeluarkan dan dinyalakan demi memotret pemandangan tersebut. Ada baiknya menyalakan mode pesawat/airplane mode sebelum masuk ke dalam pesawat, bila kamu berencana mengambil beberapa gambar saat mengudara.
Saat di dalam pesawat, para kru juga bakal selalu mengingatkan agar mematikan ponsel saat penerbangan. Tapi entah mengapa, masih ada segelintir ‘oknum’ penumpang yang memilih cuek. Aturan yang dirilis oleh FAA, benda apa pun yang memancarkan sinyal dilarang digunakan dalam penerbangan. Meski begitu ada beberapa maskapai yang membolehkan penggunaan smartphone atau ponsel di dalam penerbangan mereka.

Cuek Saat Pramugari Menyampaikan Petunjuk Keselamatan

Iya, dengan jam terbang yang tinggi mungkin kamu berkali-kali mendengarkan petunjuk keselamatan dari para pramugari. Tapi apakah petunjuk tersebut bisa kamu ingat dengan baik saat terjadi situasi darurat? Masalahnya, banyak penumpang yang malah sibuk sendiri saat pramugari menyampaikannya. Ada yang tetap baca majalah, mendengarkan musik, atau melanjutkan tidurnya. Padahal nggak rugi juga mendengarkan petunjuk keselamatan sambil melihat wajah cantik para pramugari, kan? Siapa tahu jodoh..

Nggak Membuka Penutup Jendela

Masih tentang para penumpang yang bikin kru pramugari sebel, aturan lain yang sering diingatkan awak kabin tapi sering dilanggar penumpang adalah nggak membuka penutup jendela saat pesawat take-off atau mendarat. Alasan di balik permintaan penutup jendela tetap dibuka saat take-off dan landing adalah agar para kru di dalam kabin bisa mengawasi situasi di luar, serta menentukan jalur evakuasi ketika terjadi keadaan darurat. Sederhana tapi penting sekali, bukan?

Cari-Cari Kesempatan

Pesawat low fare memang memiliki desain kabin yang sempit. Hal ini memungkinkan terjadinya senggolan antara penumpang dengan pramugari. Nah, ternyata ada juga oknum-oknum penumpang yang nggak tahan dengan kecantikan para bidadari maskapai tersebut. Banyak kasus penumpang yang sengaja ‘pasang badan’ supaya bisa menyenggol tubuh pramugari. Untuk kasus seperti ini, sebaiknya moral yang diperbaiki. Miliki kesadaran bahwa para pramugari adalah para wanita yang wajib dihormati, seperti ibu, kakak, tante, atau nenek kamu. Kalau dirimu nggak mau mereka dilecehkan, ada baiknya juga nggak melecehkan wanita lain, kan?

Baca juga : Mendampingi Anak Perempuan Memasuki Fase Pubertas

Jorok


Kebiasaan membuang sampah sembarangan di darat sebaiknya jangan dibawa terbang. Harus diakui bahwa kesadaran masyarakat Indonesia akan kebersihan itu sangat minim. Bukan hanya di jalan-jalan, bahkan di kabin pun sering kali terlihat lipatan plastik atau bungkus makanan bekas penumpang. Membuang sampah pada tempatnya bukanlah hal sulit. Hanya kemalasan saja yang membuat orang enggan menjaga kebersihan. Bila makan cemilan saat penerbangan, jangan buang sampah sembarangan. Kumpulkan dalam satu wadah khusus, lalu serahkan kepada pramugari saat mereka meminta penumpang mengumpulkan sampah jelang pendaratan.

Menjadi penumpang penerbangan itu mudah, cukup dengan memiliki selembar tiket pesawat. Tapi untuk jadi penumpang yang baik, sepertinya masih perlu usaha keras. Semoga semakin hari, semakin banyak masyarakat Indonesia yang sadar akan pentingnya menjadi konsumen pesawat bijak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *