Asuransi Untuk Hp, Perlukah?

Asuransi Hp – Hampir sebulan lalu, saya dibelikan hp baru oleh suami. Saya nggak minta, tapi dia kasihan liat hp saya yang sudah mulai hang, dan hasil fotonya nggak bening seperti hp miliknya. Saya nggak pernah request kepingin yang gimana-gimana, dibelikan yang mana aja saya terima. Kebutuhannya cuma buat medsos, chat, telpon, dan mendokumentasi anak-anak. Lalu dipilihkanlah oleh beliau yang merek Sam. Pilihan dipersempit menjadi 2 model, dan saya yang masih ngejerin bocah 2 tahun menjelajah mal, dipanggil untuk memilih. Setelah berdua sepakat untuk membeli yang tipe J. Saya pun kembali nemenin bocah yang nggak kerasan di toko hp dan selebihnya beliau yang mengurus.

3 minggu berselang, hp dipakai dengan lancar dan gaya. Hasil foto yang bagus, dan kinerja hp yang jauh melebihi hp lama. Satu malam setelah chat dengan suami, saya mau bangun dari tempat tidur, dan hp pun terjatuh ke lantai, entah kesenggol atau terlepas dari tangan saya lupa. Hp dalam kondisi terbungkus jelly casing. Hp masih dalam keadaan menyala, tetapi layar sebelah kiri bergaris putih selebar 0,5 cm dari atas sampai bawah, dan daerah situ layar sentuhnya tidak merespon. Hati rasanya mangkel, kesel, meratapi kecerobohan diri sendiri, sedih, dan juga merasa bersalah. Lalu, saya ingat ketika membereskan dan menyimpan box setelah pulang dari mal, saya melihat ada sebuah kartu kecil yang kalau tidak salah, adalah kartu asuransi hp TecProtec dari Am Mobile Solution. Yang pada saat itu saya pikir, ngapain pake beli asuransi segala. Tapi di hari hp jatuh, saya langsung berpikir, oohh, ini gunanya ternyata!

Ada beberapa paket yang ditawarkan oleh si Mas penjualnya, untuk perlindungan selama 1 tahun dengan pilihan premi Rp 150.000, Rp, 300.000, dan Rp 588.000. Tiap harga memiliki perlindungan yang berbeda-beda, bisa dilihat di tabel berikut. Suami saya membeli paket pro Classic.

Sumber: tecprotec.co.id

Setelah hp saya terjatuh, besoknya saya mengunjungi toko tempat saya membeli hp di mal Summarecon Mal Bekasi, sebenarnya bisa mengajukan claim via online atau hotline, tapi ketika saya coba masukkan data, ada keterangan data invalid walaupun sudah berulang kali dicoba. Mas di toko membantu dengan baik, dan menjelaskan kondisi dan syarat yang harus dipenuhi untuk mengajukan klaim, yaitu
– Kartu polis
– Invoice pembelian hp
– KTP
– Membayar Excess Fee sebesar 5% dari harga hp

Karena biasa dengan menangani asuransi kendaraan waktu di bengkel dulu, jadi saya mengerti tentang excess fee ini. Kalau di asuransi mobil, disebut dengan resiko sendiri, yang artinya biaya yang harus dikeluarkan oleh pemegang polis jika terjadi klaim. Bahasa sederhananya, kita juga harus ikut bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi walaupun hanya sekian persen. Untuk proClassic, limit yang diberikan sesuai dengan harga hp. Misal harga hp 3 juta, terjadi kerusakan dengan biaya perbaikan 1 juta, maka hanya tersisa 2 juga lagi jika terjadi klaim berikutnya. Jika hp rusak dan tidak dapat diperbaiki, maka akan diganti sesuai dengan harga pembelian.

PROSES KLAIM
Saya dibantu pengisian formulir, mengirimkan data kelengkapan ke pihak asuransi, dan menceritakan kronologis kejadian. Saya kira hp akan langsung ditinggal, ternyata tidak, hp saya bawa pulang dan saya harus menunggu pihak asuransi yang menghubungi saya via telepon. Beberapa hari kemudian, pihak asuransi menelpon dan menanyakan detail data serta kronologis kejadian, serta tahap selanjutnya yang akan diteruskan via email. Keesokan harinya, ada email masuk yang menyatakan kalau klaim saya disetujui dan diminta mentransfer excess fee ke rekening perusahaan. Setelah transfer, mengirimkan bukti transfer via email dan menentukan kapan hp bisa diambil ke rumah oleh kurir. Lalu, diwaktu yang dijanjikan kurir datang dengan membawa bukti pengambilan hp yang ditinggal untuk saya.

Semua langkah diinfokan kepada saya terus melalu email, keesokan harinya ada email masuk yang menyatakan hp sudah didiagnosa kerusakannya dan spare part apa yang harus diganti, karena masih bisa diperbaiki, maka hp akan diperbaiki, tidak diganti. Saya hanya diminta menunggu kabar selanjutnya, dan tidak ada biaya lain yang ditagihkan. Siangnya malah mas yang jemput hp kemarin sudah ketok-ketok pagar untuk mengembalikan hp yang sudah sembuh. Ah senangnya saya.

Baca juga: Kebahagiaan Dimulai dari Diri Sendiri

Ada beberapa hal yang sedikit menjadi pikiran yaitu saya tidak tahu apakah barang yang diganti apakah barang original atau tidak, diservis di authorized service center atau tidak, apakah garansi resmi dari ponsel sendiri akan void setelah ini. Saya berencana menanyakan hal ini lebih lanjut ke pihak asuransi hanya untuk memperoleh informasi yang jelas.

Kesimpulan saya, membeli asuransi memang membeli resiko, bisa jadi terpakai, bisa jadi tidak. Jika tidak terpakai, anggap saja kita masih dilindungi dari kecerobohan sehingga hp baik-baik saja. Tapi jika sedang apes seperti saya kemarin, memiliki asuransi untuk hp sungguh amat terbantu. Am Mobile Solution sebagai pihak asuransi menurut saya sudah memberikan layanan yang baik, semua info diperbarui melalui email, dan waktu pelayanan yang termasuk cepat. Asuransi ini hanya dijual di gerai besar seperti i-Box, Erafone, Telkomsel, X-Plor, Indosat Oreedo, dan Urban Republic. Apakah layanan asuransi ini layak direkomendasi? Menurut saya, ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *