GAME OF THRONES, Film Seri Terdahsyat yang Pernah Dibuat

Game of Thrones – Film Seri yang Memabukkan
Saya adalah salah satu perempuan yang gemar mengikuti film seri barat. Kanal langganan yang paling sering ditonton adalah grupnya Fox Channel. Saya menyukai film yang berbau kriminal, drama, komedi sesekali dan fantasi. Grey’s Anatomy, NCIS, Criminal Mind, The Walking Dead, The Blacklist, adalah beberapa judul seri yang rajin saya ikuti dari musim awal hingga akhir. Tapi entah kenapa, saya terlewatkan film seri Game Of Thrones (GoT) dari HBO. Ada beberapa kali saya melihat judul film itu ketika saya sedang scroll channel atau iklan ketika musim baru mulai, tapi tidak pernah sekalipun membuka dan melihat ketika film sedang tayang.

Ketika Grey’s Anatomy season 14 habis, saya mencari-cari film apa yang bisa ditonton sebagai salah satu cara memiliki me time. Lalu, saya membaca status seorang teman bahwa season terakhir GoT baru akan tayang akhir 2018 atau bahkan di 2019. Lalu, saya masukkan Game of Thrones di kolom Google dan muncul sekilas informasi tentang film ini, rating dari IMDB yang memberi nila 9.5/10, beberapa gambar pemain, dan info lainnya. Yang ada di kepala saya, “Seberapa hebat sih GoT ini sampe bisa dapet nilai 9.5 dari IMDB?”, “Kemana aja sih saya sampe baru denger GoT sekarang?”. Melihat preview gambar tentang tokoh-tokoh dengan jambang bertebaran, rambut gondrong, cerita naga, perang, intrik tentang kerajaan, saya langsung mendapat pencerahan. This is my kind of stuff. Sama seperti saya jatuh hati ketika menonton Lord of The Ring, saya pikir, saya pasti harus tonton GoT. Sejauh ini Walking Dead adalah film yang termasuk di jajaran film terbaik menurut saya, walaupun beberapa season belakangan agak berkurang gregetnya.

Tentang Game of Thrones
Masalah pertama buat saya adalah tahun 2017 ini, GoT sudah memasuki season 7. Hanya tinggal 1 season sebelum habis. Dan saya sudah ketinggalan jaman 6 season, dan terbayang saya harus mengejar 70 episode sebelumnya, saya mulai agak pesimis. Film seri ini adalah produksi HBO, yang mulai tayang April, 2011. Diadaptasi dari novel seri berjudul ‘A Song of Ice and Fire’ karangan George R.R. Martin yang bercerita tentang perebutan kekuasaan, tahta, kejahatan dan kebaikan, percintaan, pengkhianatan, di sebuah tempat bernama Westeros.

Lalu, saya nekat memulai dari episode pertama season 1 GoT. Sejak dari situ, hampir setiap malam setelah anak-anak tidur, atau ketika Nolan tidur siang, saya tidak bisa berhenti untuk tiap episode berikutnya. Kurang lebih selama 1 bulan saya menyelesaikan kurang lebih 70 episode. Lalu, saya menobatkan, Walking Dead tidak ada apa-apanya dibanding GoT!!! Where am I all these times???

Baca juga: Kebahagiaan Dimulai dari Diri Sendiri

Kenapa saya bilang begitu? Karena memang demikian adanya. Sini, biar coba saya buat beberapa hal yang membuat GoT sangat epic!!

1. Kekuatan cerita
Plot cerita Game of Thrones sangat tidak dapat ditebak, dan saya rasa ini adalah salah satu kekuatan sebuah cerita. Kamu tidak akan menyangka twist yang diberikan dapat membuat hati kamu ikut tenggelam karena sedih, atau kesal karena tidak setuju.

Ketika kamu mulai menyukai tokoh tertentu, jangan harap kamu bisa terus menyukainya hingga akhir cerita, bisa jadi ia mati, atau malah menjadi tokoh yang kamu benci. Begitu juga dengan tokoh yang kamu benci, kalau kamu berharap ia cepat mati atau hilang dari cerita, bisa jadi malah sebaliknya, menjadi pahlawan yang nanti dapat merebut hatimu.

Ini adalah film khusus dewasa, benar-benar dewasa, baik dari segi cerita dan juga tampilan gambar. Adegan kekerasan, seksual, nudity, menjadi bumbu yang mengikat dan melengkapi film secara keseluruhan dan benar-benar dieksekusi sebagai bahan tontonan berkualitas bukan kacangan.

Saya juga terkagum-kagum dengan bahasa-bahasa yang memang diciptakan untuk suku tertentu, penyatuan cerita dari begitu banyak potongan adegan, jadi walaupun banyak sekali nama tokoh, nama tempat, saya bisa mengingat dan mengikutinya tanpa kebingungan. Selain itu, kisah cinta yang ada membalut keseluruhan cerita membuat kita bersedih sekaligus bahagia, baik cinta yang sejati, cinta terlarang, ataupun kisah cinta tanpa cinta.

2. Cast and Crew yang luar biasa
Hanya Peter Dinklage (Tyrion Lannister) dan Sean Bean (Ned Stark) yang sudah saya kenal dari barisan pemain. Para tokoh utama benar-benar memainkan perannya dengan baik. Salah satu antagonis Cercei Lannister yang diperankan Lena Headey, sukses membuat saya kesal dan gemas, dan ia memang layak dinominasikan di berbagai award untuk perannya disini.  Saya belakangan banyak mencari tahu behind the scene film GoT, dan membuat saya makin terpukau dengan para pemain dan crew. Film ini mengambil gambar di 6 negara, dan di 25 kota, sebagian besar diambil di studio Paint Hall di Belfast, Irlandia Utara. Tapi untuk on location, mereka shooting dari Malta, Kroasia, Maroko, Spanyol, dan Islandia.

Game of Thrones adalah film epic yang melibatkan begitu banyak orang. Menurut IMDB, ada 3.589 orang yang terlibat dalam pembuatan film ini yang terbagi dalam beberapa departemen. Dalam film ini, ada 88 sutradara, 728 aktor, 251 buah kamera, 95 orang untuk menangani suara, 699 orang desainer termasuk desainer kostum dan desainer lokasi, 1.154 orang yang menangani spesial efek, dan 518 orang pendukung lainnya untuk mendukung seluruh kelancaran produksi.

3. Visual dan Spesial efek yang mencengangkan
Teknologi perfilman sekarang membuat semuanya tampak seperti nyata. Penampilan zombie di Walking Dead membuat saya terpukau dengan penggunaan make up, kostum, dan karakteristik yang begitu menyeramkan sekaligus menyenangkan. Dan setelah menemukan White Walker, sebutan zombie di GoT, saya benar-benar makin terkesima dengan urusan perzombian. ;). Di Walking Dead, manusia berubah menjadi zombie setelah mati karena sebab yang belum jelas dan hanya bisa berjalan dan makan manusia, di GoT lain lagi. Manusia yang sudah mati, berubah menjadi zombie karena dibangunkan kembali oleh the Night King, dan dijadikan tentara dan bisa berperang untuk merebut dunia manusia. Bukan hanya manusia yang bisa dibangkitkan kembali oleh Night King ini, tapi juga hewan, dan bahkan naga! *Ih, saya kenapa jadi girang gini perasaannya ngomongin zombie sik?* Bayangkan! Di GoT ada polar bear zombie, dan dragon zombie. How crazy is that!!

Dari sekian banyak zombie yang bertebaran pada adegan perang, hanya beberapa puluh orang saja yang menggunakan aktor dengan make up dan kostum nyata, selebihnya menggunakan spesial efek berdasarkan aktor-aktor tersebut. Saya juga belakangan sering melihat the making of GoT, yang membuat saya makin respek dengan kerja keras yang dilakukan orang-orang dibalik film yang saya tinggal tonton manis di depan televisi.

4. 35 piala Emmy yang dimenangkan
Kerja keras para pemain dan krew rasanya pantas diganjar dengan penghargaan yang paling bergengsi dalam dunia pertelevisian, apalagi kalau bukan piala Emmy, juga dari award lainnya seperti Writers Guilds, BAFTA, dan Golden Globe. Dari mulai season 1 hingga 6, sudah 35 piala Emmy yang dimenangkan oleh GoT, dan masih kemungkinan akan bertambah karena season 7 dan 8. List-nya panjang sekali, jadi silahkan baca sendiri disini ya.
Salah satu hal yang menarik buat saya adalah kostum para pemain, khususnya kostum para tokoh perempuan. Contohnya kostum untuk Danaerys yang diperhatikan detail sekali hingga aksesorisnya. Pin dengan tiga kepala naga, atau kostum musim dingin yang dipakai ketika akan menyelamatkan rombongan Jon Snow dari Frozen Lake. Begitu juga kostum untuk Cercei, ketika ia masih menjadi istri Raja Baratheon sampai ia sendiri menjadi Ratu yang duduk di Iron Throne.

5. Biaya pembuatan film yang fantastis
Membuat film yang hebat tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit. Menurut Entertainment Weekly, di season 6, dibutuhkan setidaknya US$ 10 juta untuk membuat setiap episode. Iya, 10 juta US Dollar. Lalu, saya bertanya kepada suami saya yang sayangnya juga tidak sempat menonton film ini, dari mana HBO dapat untung dengan biaya sebesar itu? Jawaban suami kurang memuaskan, jadi saya tanya Google. HBO adalah rumah produksi yang menyalurkan filmnya di channel HBO sendiri. Pendapatannya ya dari orang yang berlangganan. GoT season 7 saja pada hari tanyang perdana ditonton oleh lebih dari 30 juta orang di US saja. Belum lagi diseluruh dunia. HBO mendapat uang dari banyaknya penonton yang berlangganan channel mereka, belum termasuk lagi penjualan DVD, merchandise, dan lain-lain. Bayangkan berapa banyak film seri yang mereka buat, dan penonton loyal yang terus membayar uang bulanan untuk tetap setia menjadi pelanggan.

Jadi, sampai hari ini, saya masih terbayang-bayang kerennya adegan Frozen Lake, ketika salah satu naga Danaerys Targaryen mati dibunuh oleh tombak The Night King, lalu dibangkitkan menjadi zombie dragon. Yang suka film seri, mulai nonton dari season 1 ya, saya jamin tidak akan menyesal mengejar ketinggalan kamu sebelum season 8 dimulai.

Sumber gambar:
– http://www.zimbio.com/photos/Sophie+Turner/Nikolaj+Cos, http://gameofthrones.wikia.com/wiki/
– Sumber data dari berbagai artikel.

One thought on “GAME OF THRONES, Film Seri Terdahsyat yang Pernah Dibuat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *