Waktu Tidak Akan Menunggu Siapapun

Rasanya baru kemarin saya melihat wajah sembabnya yang baru lahir dan menggenggam tangan mungilnya ketika ia baru belajar menyusu. Seiring waktu menjaga dan melewati satu per satu tingkat pertumbuhannya, berjuang melawan tantrumnya, dan sekarang dirumah sudah mulai rutin terdengar lagu-lagu K-Pop atau lagu kekinian dari dalam kamarnya. Kemarin, ia tepat berusia 9 tahun. Hampir sedekade ternyata sudah saya menjadi ibu, berjibaku dengan segala cerita dan kisah.

Tidak sedikit air mata yang tertumpah karena segala macam emosi, baik haru, sedih, senang, ataupun bahagia. Hal-hal inilah yang mengisi lemari kenangan di kepala, bekal kenangan untuk saya di masa tua nanti.
Waktu tidak pernah menunggu siapapun, ia akan terus berjalan tanpa peduli apapun. Jadi, buat apa menyusahkan diri sendiri dengan memikirkan hal-hal negatif yang bisa merusak pikiran dan jiwa sendiri?

Terkadang, saya terlalu jauh membayangkan sesuatu sampai mengalami ketakutan yang berlebihan, membebani pikiran dengan hal-hal yang sebenarnya tidak terjadi, sehingga menghalangi diri sendiri menuju ke arah lebih baik. Lalu, saya melihat wajah si sulung ketika berhadapan dengan kue ulang tahun dengan lilin berangka 9 dalam perayaan sederhana beberapa hari lalu, dan saya mendapatkan pencerahan betapa waktu cepat sekali berlalu, dan saya harus membuatnya lebih bermakna. Ada beberapa hal yang menjadi poin perting dalam melakukan ini,

1. Hadir sepenuhnya
Saya terkadang cuma hadir secara fisik ketika menghabiskan waktu bersama anak-anak, sementara pikiran ada di gadget atau di tempat lain. Saya ingin lebih hadir sepenuhnya, secara fisik maupun pikiran setiap bersama anak-anak. Melukis kenangan adalah hal yang mungkin tidak kita sadari ketika melakukannya, tetapi ketika anak-anak mulai beranjak dewasa, hanya kenangan-kenangan ini yang kita miliki untuk mengingat mereka.

2. Menjadi lebih sabar
Saya rasanya berhutang kepada diri sendiri dan terlebih pada anak-anak untuk menjadi lebih sabar. Terkadang, begitu banyak hal yang harus dihadapi dengan perasaan yang campur aduk di rumah, sehingga saya mudah sekali marah kepada anak-anak.

3. Melakukan hal untuk diri sendiri
Sejak beberapa bulan belakangan, saya bertekad untuk menyediakan waktu lebih untuk diri saya sendiri. Ketidaksabaran saya bisa jadi disebabkan oleh tidak adanya waktu yang saya sediakan untuk diri sendiri. Memberi diri barang sejenak untuk bisa kembali merasakan luluran di salon, belanja baju tidur murah, atau bisa membayar streaming Joox murah, rasanya pantas dilakukan, selain untuk menyegarkan jasmani, pikiran juga perlu diistirahatkan dari rutinitas di rumah.

4. Bermanfaat untuk orang lain
Sekedar berbagi rejeki membelikan sarapan untuk bapak penyapu jalan, memberikan pakaian layak pakai ke bapak tukang becak, menyediakan waktu mengunjungi panti asuhan, atau hal sederhana lainnya bisa dimulai dari diri sendiri. Sebisa mungkin melakukan kebaikan berguna untuk memperkaya jiwa dan pikiran.

5. Menjadi teladan
Tidak ada yang bicara lebih keras selain dengan tindakan nyata. Saya ingin menjadi lebih baik dalam bertindak sehingga anak-anak bisa langsung melihat tindakan nyata, bukan hanya sekedar kata-kata. Jika saya ingin anak saya tumbuh menjadi anak yang mandiri, saya harus tunjukkan kemandirian dari diri sendiri. Jika saya ingin anak-anak memiliki sikap sopan kepada orang lain, sayalah orang pertama yang harus diingatnya.

Waktu tidak menunggu siapapun. Sudah layak dan sepantasnya kita mulai hal yang baik dari diri sendiri daripada menunjuk mencari orang lain. Semoga kita bisa memanfaatkan sisa hidup yang diberikan untuk menjadi lebih bermakna.

2 thoughts on “Waktu Tidak Akan Menunggu Siapapun

  1. Beneran mba Susan, kadang aku merasa telah menghabiskan banyak waktu demi mencapai rencana dan target dalam hidup ini. Tapi kemudian melihat anak-anak yang tumbuh. Satu anak telah keluar rumah (sekolah di luar kota). Adik-adiknya kelak akan menyusul. Membersamai mereka kok rasanya cuma sebentar ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *