Wahai Para Ibu, Ambil Waktu Untuk Dirimu Sendiri

Rasanya sedari kita kecil dulu, bisa dibilang jarang sekali ada anak perempuan yang bercita-cita menjadi ibu rumah tangga. Semua pasti memilih menjadi dokter, guru, suster, arsitek, dan pekerjaan lain yang berorientasi pada tingginya pendidikan. Lalu, sampailah waktunya ketika anak-anak itu tumbuh dan dihadapi dengan kenyataan bahwa cita-cita tidak selalu tercapai. Ada yang benar-benar bekerja sesuai dengan keinginannya, ada juga yang bahkan melenceng dari tujuan semula, atau memang hanya menjalani kemana angin menuntun.

Saya sendiri menyelesaikan pendidikan tingkat sarjana. Sempat mengajar les bahasa Inggris untuk anak-anak, bekerja di sebuah perusahaan logistik, membantu menjalankan usaha bengkel Papa, lalu menikah dan memutuskan untuk menjadi istri dan ibu rumah tangga saja. Ternyata, pekerjaan yang tidak menjadi idaman anak-anak perempuan dulu, memang bukanlah pekerjaan yang mudah. Pendidikan formal tidak mempersiapkan materi untuk para perempuan menjadi ibu rumah tangga ataupun istri. Yang dipunya hanyalah insting, naluri, serta pengalaman menjadi anak dan memberikan yang terbaik dari pengalaman tersebut.

Tidak ada gambaran betapa beratnya tugas dan peran sebagai ibu rumah tangga, yang bertanggung jawab penuh soal urusan mengurus rumah, belum lagi dinamika ketika anak-anak sudah hadir, yang sungguh luar biasa menantang. Jika sesekali egoisme sebagai pribadi muncul mencari perhatian disela kesibukan memberikan diri sepenuhnya kepada hal lain, maka perhatikanlah. Itu adalah pelajaran yang saya dapat beberapa waktu lalu.

Begitu sibuknya saya, sehingga lupa memberikan waktu bagi diri sendiri, yang ternyata berefek lumayan fatal. Saya menjadi lebih mudah marah atas hal-hal sepele, merasa bosan dengan rutinitas yang monoton, sampai ke tahap kesulitan berkomunikasi dengan pasangan, karena semua dirasa serba salah. Lalu, saya menggali jauh ke dalam diri sendiri. Mencari apa akar masalah sebenarnya dari situasi yang kurang mulai kondusif ini. Peperangan batin tentang betapa saya perlu waktu untuk diri sendiri, serta merasa bersalah dengan memiliki keinginan tersebut, terus berkecamuk beberapa waktu.

Baca juga: Kebahagiaan Dimulai dari Diri Sendiri

Tetapi, saya mendapat pertolongan dari suami yang juga melihat hal yang sama. Saya tidak perlu merasa bersalah memiliki waktu sendiri dan bilang supaya saya tidak tenggelam dan terjebak dalam karena status menjadi istri dan ibu. Hal yang memvalidasi keinginan saya, dan membuat saya jauh lebih positif untuk bereaksi. Sejak saat itu, saya memutuskan untuk mulai lebih lembut pada diri sendiri. Saya memulai untuk menyalurkan energi saya dengan berolah raga. Ya, hal sesederhana seperti ini berhenti saya lakukan karena alasan anak-anak. Dan, ketika saya mulai lagi rutinitas ini, semua berubah menjadi arah yang positif. Pertama, karena berolahraga, saya menjadi lebih fit. Karena merasa lebih fit, saya berpikir lebih positif. Karena pikiran lebih positif, tindakan saya pun menjadi lebih positif. Karena tindakan positif, komunikasi pun menjadi lebih lancar.

Saya hanya perlu meluangkan waktu 30-45 menit sehari untuk sekedar melakukan yoga atau variasi latihan tubuh lainnya. Mengatur pola makan supaya lebih teratur, mengkonsumsi vitamin dan mineral yang diperlukan seperti yang ada di TheRagran-M, adalah hal tambahan yang saya lakukan diluar berolahraga. TheRagran-M mengandung multivitamin (Vit A, Vit B, Vit C, Vit D, Vit E) dan Mineral esensial (seperti Magnesium dan Zinc) yang diperlukan tubuh untuk meningkatkan dan mengembalikan daya tahan tubuh, serta mempercepat proses penyembuhan. Dosis yang dianjurkan adalah satu kaplet sehari, atau sesuai dengan anjuran dokter jika dalam masa penyembuhan dari penyakit yang berat.

Wahai para ibu, jangan terlalu keras pada diri sendiri. Sisihkan waktu sejenak untuk menikmati waktu sendiri, entah itu sekedar melakukan hobi, pergi ke salon, sekedar bersenang-senang dengan teman, atau lainnya. Melakukan hal untuk diri sendiri, tidak menjadikan kita ibu atau istri yang buruk, justru sebaliknya, malah akan banyak hal-hal baik yang datang dari sana. Live to the Max, and make your own light!

2 thoughts on “Wahai Para Ibu, Ambil Waktu Untuk Dirimu Sendiri

  1. Samaaaa mba. Ketika saya sulit punya waktu untuk diri sendiri, di saat itu saya mulai uring-uringan dan suka kesel. Klo udah gtu jd harus cepat2 memperbaiki suasana hati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *