Home is Where Our Story Begins…

DekatHati.com – Perjalanan memiliki rumah sendiri memang tidak mudah. Selain urusan harga, mencari rumah percaya atau tidak berhubungan dengan jodoh. Ada kalanya rumah yang diinginkan, tidak berjodoh dengan kita, sehingga apapun yang kita lakukan selalu menemukan kendala. Saya bisa bilang begitu karena saya dan suami merasakan sendiri bagaimana perjalanan pencarian rumah sederhana yang kami miliki sekarang. Setahun setelah menikah, rumah disebelah rumah sewaan kami dijual oleh pemiliknya. Lokasi yang ada di hook membuat rumah tersebut makin menggiurkan karena tanah yang lebih luas. Eyang yang tinggal di depan rumah terus menawarkan rumah tersebut kepada kami karena kebetulan beliau kenal dengan pemilik rumah yang memang sedang butuh uang. Betapapun menggiurkan, kami benar-benar tidak memiliki sumber dana memadai, pun untuk sekedar uang muka. Meminjam pun tidak terbersit kepada siapa, kala itu. Dengan berat hati, rumah itu direlakan, dan terjual pada tetangga kami sendiri.

Di tahun berikutnya, berbekal dana seadanya, kami memberanikan diri mencari rumah. Ketika itu, kami masih tinggal di rumah yang sama, yang disewa sejak suami masih lajang. Kami sempat melihat banyak iklan, menelpon kesana kemari, mendatangi rumah kesana kesini, tapi tidak menemukan yang cocok. Pemilik rumah sewaan kami mempunyai banyak rumah yang memang sengaja disewakan. Kami memberanikan diri untuk bertanya kepada pemilik rumah yang memang dikenal tidak pernah menjual rumah-rumah miliknya. Tak disangka tak dinyana, beliau memberi sinyal bagus karena rumah yang ditempati kami sekarang, dibeli secara patungan dengan saudara iparnya. Jodoh memang takkan lari kemana, sejauh apapun pergi, jika memang sudah ditakdirkan, tetap akan kembali. Kami akhirnya berhasil membeli rumah yang kami tinggali sekarang dengan cara kredit ke bank.

Rumah kami

Perasaan memiliki rumah sendiri memang lain, ada rasa kepemilikan dan keterhubungan yang dalam karena dari sinilah cerita kami bermula. Renovasi juga kami lakukan demi kenyamanan dan keadaan rumah yang disesuaikan dengan selera serta kebutuhan kami. Walaupun tidak seluruhnya, tetapi pengaturan dilakukan sedemikian dan sedetil mungkin. Ada beberapa orang yang merenovasi rumah seadanya saja, dan memilih menginvestasikan dana yang dimiliki ke instrumen yang lebih menghasilkan. Tetapi, kami berpikir, tidak ada salahnya menginvestasikan uang kami ke renovasi dan pembelian barang-barang di rumah yang berkualitas, selama apa yang kami lakukan membuat betah dan menunjang kenyamanan kami yang tinggal di dalamnya. Maka, kami tidak segan memilih perabot dan barang yang berkualitas yang kami tahu pasti akan bertahan lama, dan bukan hanya sekedar penyemarak rumah. Kami banyak terbantu dengan adanya ACE The Helpful Place, dimana kami banyak membeli alat elektronik, lampu-lampu, perabot, dan termasuk aksesori yang memberikan sentuhan estetik pada rumah sederhana kami. Dengan begitu banyak pilihan yang tersedia, kami dapat menyesuaikan konsep dan dana yang kami miliki.

Kamar si Kakak

Setelah rumah kami selesai di renovasi, banyak sahabat dan tetangga yang berkunjung bilang kalau rumah kami terlihat luas daripada rumah-rumah di komplek yang ukurannya sama. Pengaturan ruang, pemilihan perabot, dan warna adalah hal utama yang memberikan kontribusi secara langsung pada terciptanya kesan luas. Suami saya selalu bilang, ia merasa memiliki kebanggaan tersendiri dapat menyediakan rumah yang nyaman untuk saya dan anak-anak. Walaupun jauh dari mewah, tapi kenyamanan dalam kesederhanaan serta perasaan bersyukur membuat apa yang dimiliki selalu cukup.

One thought on “Home is Where Our Story Begins…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *