Listrik Pra Bayar vs Listrik Pasca Bayar

Listrik Pra Bayar vs Listrik Pasca BayarListrik Pra Bayar vs Listrik Pasca Bayar – Listrik Pra Bayar atau Listrik Pintar pertama kali dikenalkan ke masyarakat tahun 2012 oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN). Ini adalah salah satu inovasi dari PLN untuk meningkatkan mutu serta pelayanan kepada pelanggannya. Saya berubah menggunakan listrik pintar sejak 2013, ketika kami melakukan renovasi rumah, dan menaikkan daya listrik dari 1.300vA menjadi 2.200 vA. Dari pengalaman saya menggunakan metode pra dan pasca bayar, saya lebih menyukai metode yang pra bayar. Berikut beberapa alasan saya,

  • Privasi Lebih Terjaga
    Dulu, waktu saya masih menggunakan metode pasca bayar, ada beberapa waktu petugas pencatat meteran mengganggu waktu tidur siang anak saya yang baru saja lelap. Ketukan di pagar, dan ucapan β€œListriiikk” itu benar-benar membuat usaha panjang menidurkan bayi jadi sia-sia. πŸ™ Rekan sejawat sesama emak-emak, pasti mengerti betapa dongkolnya hati. Ada kalanya juga petugas tidak datang selama 3 bulan berturut-turut, dan tagihan saya tetap di angka tertentu, jauh dari angka rutin. Tetapi di bulan keempat, tagihan melonjak jadi 3 kali lipat.
  • Fleksibel
    Banyak teman dan tetangga yang enggan beralih ke listrik pintar karena mereka berpikir akan lebih repot, bagaimana jika kita kelupaan mengisi token dan mati tengah malam. Atau, kita harus bolak balik memperhatikan meteran supaya tidak kehabisan pulsa. Eh, ternyata yang saya alami tidak seribet itu juga sih. Pertama, penyesuaian dari pasca dan pra pasti diperlukan, karena memang metodenya yang berbeda. Di bulan pertama dan kedua saya masih meraba-raba berapa nilai yang saya perlukan dalam sebulan. Padam ditengah malam juga pernah, karena memang belum terbiasa. Tetapi, seiring waktu, saya jadi tahu besaran nominal yang perlu diisikan di meteran untuk sebulan pemakaian. Jadi tidak pernah lagi padam di tengah malam. Sekarang, membeli pulsa listrik sama mudahnya dengan membeli pulsa hp. Dulu, masih harus membeli di outlet tertentu, tetapi sekarang melalu hp semua bisa dilakukan.
  • Up to date dengan Perubahan Tarif
    Setiap membeli token, yang kita dapatkan adalah jumlah kWh, bukan nilai rupiah. Jadi, jika kita membeli token seharga 100ribu, jumlah kWh yang didapatkan adalah x. Tahun 2015-2016 lalu, pemerintah pernah menaikkan dan menurunkan tarif dasar listrik. Saya jadi tahu tarif itu berubah dari besaran kWh yang tertera di struk pembelian token. Apa untungnya tahu besaran kenaikan tarif? Untuk saya pribadi, saya jadi lebih aware untuk lebih hemat lagi menggunakan listrik.
    Berikut adalah tabel tarif listrik yang diperoleh dari situs resmi PLN.
    Tarif listrik Januari 2017Penggunaan listrik pasca bayar juga masih banyak disukai oleh banyak pelanggan. Keengganan untuk beralih dengan berbagai faktor. Pihak PLN memastikan bahwa tarif yang digunakan untuk kedua metode pembayaran ini adalah sama, dan sudah melalui tahap Tera atau standarisasi.

Berikut adalah beberapa hal yang patut diketahui tentang listrik pra bayar, karena masih banyak masyarakat yang masih kurang mendapat info jelas tentang listrik pintar ini.

  1. Beli token listrik yang didapatkan adalah kWH
    Berikut adalah infografis dari pihak PLN yang membantu menerangkan tentang hal ini.
    Perhitungan Tarif Token
    Ada komponen-komponen perhitungan lain yang harus dibayarkan oleh pelanggan, sama seperti jika kita menggunakan metode pasca bayar. Beban pajak penerangan jalan yang besarannya berbeda-beda di tiap daerah, biaya administrasi, dan biaya materai. Setelah dikurangi biaya-biaya tersebut, barulah ada nominal digunakan untuk membeli kWh.
  2. Token yang tersisa akan ditambahkan bukan dihilangkan
    Jika di meteran masih ada nominal token, dan kita melakukan pengisian ulang, maka nilai sisa tersebut akan ditambahkan ke nilai yang baru. Misal, di meteran masih tersisa 5kWh, dan kita membeli token baru dengan jumlah 50kWh, maka setelah pengisian angka yang tertera di meteran akan menjadi 55 kWh.
  3. Jika struk pembelian token hilang
    Saya pernah mengalami hal ini, dan menjadi panik sendiri. Setelah mencari info sana sini, ternyata mudah saja solusinya. Jika kita sudah membeli token, sejarah pembelian kita akan tercatat di data base PLN. Seharusnya bisa diakses di sini , tetapi ketika saya coba masukkan nomor pelanggan, ada terdapat notifikasi ‘tidak dapat mengakses server’. Selain secara online, kita juga bisa menelpon layanan pelanggan di 123, dan meminta data token yang sudah kita beli disana.Listrik sudah menjadi kebutuhan utama untuk kita, dan ternyata masih banyak masyarakat Indonesia yang belum bisa menikmati layanan ini.

Sudah patut rasanya kita yang tinggal di kota dengan kemudahan listrik dimana-mana, melakukan kewajiban pembayaran untuk bisa membantu pihak terkait menjangkau masyarakat lebih luas. Kita juga bisa melakukan hal-hal sederhana untuk menghemat listrik di rumah kita, seperti mencabut peralatan listrik jika tidak terpakai, memilih alat rumah tangga dengan teknologi watt rendah, atau bijak menggunakan listrik di rumah dengan memilah apa yang ingin dinyalakan. Hal ini juga bisa berdampak rendahnya tagihan listrik yang harus kita bayar.Β 

Referensi:

http://www.pln.co.id/2011/03/01/tarif-tenaga-listrik/

http://www.pln.co.id/wp-content/uploads/2016/12/TA-Januari-2017.jpg

10 thoughts on “Listrik Pra Bayar vs Listrik Pasca Bayar

  1. Saya juga memakai listrik pra bayar. Lebih terkontrol dalam pemakaian dibandingkan dengan yang pasca bayar. Selain itu saya bisa cek Tegangan (V), Arus (A) dan masih banyak lagi.

  2. Saya masih pakai yang pasca bayar, karena memang ini rumah sewa πŸ˜€ Tante ada yang pakai pra bayar, jadi memang mesti ngecek biar jangan sampai mati lampu, tapi tante mah orangnya telaten πŸ˜€

    • Susan says:

      Hai mba Nita..
      Saya jg waktu awal2 doang yg begitu. Makin kesini udah tau berapa butuhnya sebulan. 😊😊

  3. Aku masih setia pk yg pasca bayar mbak, hehehe…
    Kmrin ada promo naikin tegangan gratis tp kudu diganti jd pra bayar…aku msh mikir2…cos liat tetangga dg daya yg sama kok lbh sering beli token gitu…kenapa ya?

  4. Enakan yang pra bayar, tapi irit pasca bayar, token lebih boros, kalau rumah ortu masih pasca bayar, rumahku, adikku dan sekarang kebanyakan pada pakai yang beli pulsa listrik alias token ya 😊

  5. damarojat says:

    saya pernah pakai keduanya mbak dan hampir sama biaya yang dikeluarkan, di bawah 100 ribu per bulan. dan pas pakai prabayar, belum pernah kehabisan di tengah malam

    kalo sekarang pake pascabayar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *