Stand Up for Yourself, Kids!

stand-upStand Up For Yourself, Kids! – Sulung saya, Abby, umur 8 tahun. Setiap hari pergi ke sekolah dengan menggunakan mobil antar jemput karena memang situasinya demikian. Waktu Abby kelas 1, suatu hari ia pulang dengan wajah kesal. Saya menanyakan apa yang menyebabkan demikian. Masalahnya sepele, tapi sukses membuatnya uring-uringan. Abby yang lebih dulu duduk di kursi bagian tengah, disuruh pindah oleh kakak kelas 6 yang baru datang. Rupanya bukan sekali saja, tetapi sering, dan Abby hanya menuruti. Lalu, saya tanyakan bertanya kepada Abby.

“Abby nggak suka disuruh pindah ke belakang sama kakak itu?”
“Iya, aku kan duluan duduk disitu.”
“Terus, kenapa Abby mau pindah?”
“Kan dia kelas 6. Nanti kalau dia marah gimana?”
“Kalau Abby nggak mau pindah. Abby harus berani bilang nggak ke kakak itu. Karena Abby lebih dulu duduk di tempat itu. Jangan mau disuruh pindah kalau memang Abby nggak mau. Memang kenapa kalau dia kelas 6? Nggak boleh takut cuma gara-gara dia kelasnya lebih tinggi. You have to stand up for yourself. Kalau Abby nggak mau pindah, bilang nggak mau.”

Dan berselang beberapa minggu kemudian, tiba-tiba Abby bercerita kepada saya sepulang sekolah, “Mama! Aku berani bilang nggak! Kakak itu suruh aku pindah, dan aku bilang nggak mau.”
“Kakaknya gimana?”
“Ya, nggak marah, dia yang duduk di belakang.”
“Anak pintar”

Mungkin buat kita ini adalah hal sepele, hal yang tidak penting. Tetapi saya yakin, dimulai dari hal-hal kecil seperti ini kita bisa membuat pondasi yang kuat untuk anak-anak kita. Saya beberapa kali bilang kepada Abby, “Abby harus berani bilang kalau ada yang buat Abby tidak suka, atau tidak nyaman. Kalau ada Mama mungkin Mama bisa bantu. Tapi, gimana kalo di sekolah, dan mama di rumah. You have to stand up for yourself.” Ini sering saya ulangi ke Abby biasanya disela-sela kami sedang santai, atau ketika sedang mandi.

Saya memintanya untuk berani, dan kalau sampai membahayakan dirinya, misal ada teman yang main menutup hidung, menahan leher, dan tindakan lain yang membuat Abby sakit atau susah bernafas, Abby boleh pukul atau tendang sekuat tenaga. Kita tidak akan pernah tahu sejauh apa teman-teman di sekolah melakukan sebuah tindakan atas nama ‘main-main’. Saya hanya melakukan tindakan preventif, membekali Abby dengan apa yang saya bisa pikirkan untuk menjaga dirinya di sekolah saat tidak bersama saya.

Begitu juga dengan masalah perkataan. Anak-anak sekarang sudah bisa bicara kata-kata yang luar biasa, dan kita tidak bisa kontrol apa yang akan dikatakan oleh anak lain. Teman-teman di sekolah mungkin hanya sebatas bercanda, tapi terkadang ada anak yang terlalu perasa, sehingga semua perkataan buruk bisa membuatnya sedih. Abby juga pernah cerita kalau ia dibilang jelek, diolok karena nama Abby sama bunyinya dengan udang kering, dibilang bodoh, atau hal lainnya. Saya cuma selalu bilang, “Yang harus Abby percaya dan dengar adalah kata-kata Mama dan Papa, bukan orang lain. Dan Mama bilang, kalau Abby itu cantik dan pintar.”

Untuk Abby yang mulai bisa mengerti diajak bicara dengan topik agak berat begini, saya berulang kali mengingatkan tentang hal-hal ini.
1. Bagian tubuh yang tidak boleh dipegang atau dilihat oleh orang lain
2. Tolak pemberian dan ajakan orang yang tidak dikenal
3. Berani melawan jika ada yang ‘bermain’ tetapi membuat sakit atau tidak nyaman
4. Acuhkan bila ada teman yang bilang kata-kata jelek

Saya yakin, kita bisa membekali hal-hal seperti ini ke anak-anak kita. Membekali diri supaya berani membela diri sendiri baik dengan kata-kata atau tindakan. Lakukan pengulangan disaat yang tepat ketika mereka sedang merasa tercurah oleh kasih sayang tak henti dari kita orangtuanya, supaya mereka mengerti dan percaya apa yang kita katakan. Hal-hal ini bukan lagi hal yang sepele, karena jika dari kecil tidak kita ajarkan untuk percaya diri dan bisa membela diri, pada saat remaja mereka akan menghadapi masalah ini di level yang jauh lebih berat. Bagaimana dengan teman-teman sekalian, apakah melakukan hal yang sama juga dengan saya? Boleh cerita ya…

5 thoughts on “Stand Up for Yourself, Kids!

  1. Kak Abby keren! 😘😘😘

    “Berani melawan ” point penting bagi anak lelaki ya, Mbak? Saya juga lebih bangga anak berantem untuk membela diri daripada diam. Salam dan salim hangat, Mbak Susan. Terima kasih. 😍😍

    • Susan says:

      Yep, betul. Harus berani bicara dan bertindak. Setujuuu… Terima kasih sudah mampir sini MamaBo…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *