Keterlambatan Bicara Pada Anak

Keterlambatan Bicara Pada Anak – Anak saya, Nolan, 17 bulan, adalah anak yang sehat dan aktif. Sejauh ini, saya tidak mengalami kendala berarti dan terus memantau perkembangannya. Tapi, sebulan belakangan, saya memperhatikan dengan seksama perkembangan bahasanya. Kebetulan di komplek perumahan, ada Tifa, anak tetangga yang juga seumuran Nolan, hanya terpaut 10 hari, dan kami sering saling mengecek pertumbuhan anak masing-masing, setidaknya sebagai pembanding. Nolan bisa berjalan dengan lancar di umur yang termasuk cepat, pada usia 11 bulan. Sedangkan Tifa baru lancar berjalan di usia 15 bulan. Tetapi untuk kemampuan bicara, Tifa jauh lebih lancar dan lebih banyak kosa kata dibanding Nolan.

Beberapa hari lalu, Tifa main ke rumah, dan saya memperhatikan kemampuan bicaranya. Ia sudah bisa merangkai 2 kata, mengungkapkan keinginannya untuk naik tangga, mengambil bola, menaiki mobilan, memanggil Nolan, dan banyak kata-kata yang bisa diucapnya walaupun masih belum jelas. Kemampuan bicara Nolan masih jauh dibawah Tifa. Nolan sejauh ini hanya jelas memanggil Mama, Papa, dan nama Abby. Ia masih sering babbling, dan jika menginginkan sesuatu, ia masih lebih memilih menarik tangan saya, daripada mencoba bicara. Sedikit khawatir tentu ada, dan artikel ini juga saya tulis untuk mencari tahu lebih banyak tahap perkembangan bicara anak seusia Nolan.

Menurut artikel di laman IDAI, tahapan normal perkembangan bicara anak adalah sebagai berikut:

  1. Usia 0-6 bulan
    Saat lahir, bayi hanya dapat menangis untuk menyatakan keinginannya. Pada usia 2-3 bulan, bayi mulai dapat membuat suara-suara sseperti aah atau uuh yang dikenal dengan istilah cooing. Ia juga senang bereksperimen dengan berbagai bunyi yang dapat dihasilkannya, misalnya suara menyerupai berkumur. Bayi juga mulai bereaksi terhadap orang lain dengan mengeluarkan suara. Setelah usia 3 bulan, bayi akan mencari sumber suara yang didengarnya dan menyukai mainan yang mengeluarkan suara.Mendekati usia 6 bulan, bayi dapat berespons terhadap namanya sendiri dan mengenali emosi dalam nada bicara.Cooing berangsur menjadi babbling, yakni mengoceh dengan suku kata tunggal, misalnya papapapapa, dadadadada, bababababa, mamamamama. Bayi juga mulai dapat mengatur nada bicaranya sesuai emosi yang dirasakannya, dengan ekspresi wajah yang sesuai.
    Waspada bila: tidak menoleh jika dipanggil namanya dari belakang, tidak ada babbling.
  2. Usia 6-12 bulan
    Pada usia 6-9 bulan, bayi mulai mengerti nama-nama orang dan benda serta konsep-konsep dasar seperti ya, tidak, habis. Saat babbling, ia menggunakan intonasi atau nada bicara seperti bahasa ibunya. Ia pun dapat mengucapkan kata-kata sederhana seperti mama dan papa tanpa arti.
    Pada usia 9-12 bulan, ia sudah dapat mengucapkan mama dan papa (atau istilah lain yang biasa digunakan untuk ibu dan ayah atau pengasuh utama lainnya) dengan arti. Ia menengok apabila namanya dipanggil dan mengerti beberapa perintah sederhana (misal lihat itu, ayo sini). Ia menggunakan isyarat untuk menyatakan keinginannya, misalnya menunjuk, merentangkan tangan ke atas untuk minta digendong, atau melambaikan tangan (dadah). Ia suka membeo, menirukan kata atau bunyi yang didengarnya. Pada usia 12 bulan bayi sudah mengerti sekitar 70 kata.
    Waspada bila: bayi tidak menunjuk dengan jari pada usia 12 bulan, ekspresi wajah kurang pada usia 12 bulan.
  3. Usia 12-18 bulan
    Pada usia ini, anak biasanya sudah dapat mengucapkan 3-6 kata dengan arti, dapat mengangguk atau menggelengkan kepala untuk menjawab pertanyaan, menunjuk anggota tubuh atau gambar yang disebutkan orang lain, dan mengikuti perintah satu langkah (Tolong ambilkan mainan itu). Kosakata anak bertambah dengan pesat; pada usia 15 bulan ia mungkin baru dapat mengucapkan 3-6 kata dengan arti, namun pada usia 18 bulan kosakatanya telah mencapai 5-50 kata. Pada akhir masa ini, anak sudah bisa menyatakan sebagian besar keinginannya dengan kata-kata.
    Waspada bila: tidak ada kata berarti pada usia 16 bulan
  4. Usia 18-24 bulan
    Dalam kurun waktu ini anak mengalami ledakan bahasa. Hampir setiap hari ia memiliki kosakata baru. Ia dapat membuat kalimat yang terdiri atas dua kata (mama mandi, naik sepeda) dan dapat mengikuti perintah dua langkah. Pada fase ini anak akan senang mendengarkan cerita. Pada usia dua tahun, sekitar 50% bicaranya dapat dimengerti orang lain.
    Waspada bila: Tidak ada kalimat 2 kata yang dapat dimengerti pada usia 24 bulan
  5. Usia 2-3 tahun
    Setelah usia 2 tahun, hampir semua kata yang diucapkan anak telah dapat dimengerti oleh orang lain. Anak sudah biasa menggunakan kalimat 2-3 kata – mendekati usia 3 tahun bahkan 3 kata atau lebih – dan mulai menggunakan kalimat tanya. Ia dapat menyebutkan nama dan kegunaan benda-benda yang sering ditemui, sudah mengenal warna, dan senang bernyanyi atau bersajak (misalnya Pok Ami-Ami).
  6. Usia 3-5 tahun
    Anak pada usia ini tertarik mendengarkan cerita dan percakapan di sekitarnya. Ia dapat menyebutkan nama, umur, dan jenis kelaminnya, serta menggunakan kalimat-kalimat panjang (>4 kata) saat berbicara. Pada usia 4 tahun, bicaranya sepenuhnya dapat dimengerti oleh orang lain. Anak sudah dapat menceritakan dengan lancar dan cukup rinci tentang hal-hal yang dialaminya.

Tolok ukur ini bisa menjadi pegangan saya dan ibu-ibu lainnya untuk sekedar memantau perkembangan anak kita. Memang perkembangan masing-masing anak bisa lebih cepat atau agak lambat, tetapi sejauh masih dalam tahap yang bisa ditoleransi. Orang tua akan lebih sensitif menilai kemampuan anaknya, dan jika sudah jauh tertinggal dari tahap normal, saya rasa wajar untuk mulai bertanya kepada tenaga profesional untuk mendapatkan pandangan lebih lanjut.

Untuk Nolan sendiri, saya masih belum merasa terlalu terbebani. Saya merasa ia masih dalam situasi yang bisa ditoleransi. Mungkin hanya saya yang kurang menstimulasinya. Saya mencoba terus untuk mengutarakan apa yang ia minta saya lakukan. Saya akan mengulangnya beberapa kali dengan perlahan. Misalnya ia menarik tangan saya ke arah pintu untuk meminta saya membuka, saya akan mengucap bu-ka beberapa kali sambil melihat ke matanya. Nolan mengerti perintah sederhana untuk mandi, ia tahu ke mana harus pergi. Atau jika saya memintanya memberikan sebuah benda kepada kakaknya. Dan jika saya bernyanyi untuknya, ia akan memperhatikan baik-baik wajah saya sambil mulutnya bergerak-gerak, yang saya pikir ia pun ingin bisa bernyanyi.

Saya juga mengurangi kegiatan menonton Nolan. Saya biasanya membiarkan ia menonton lagu anak-anak berbahasa Inggris dari YouTube atau film anak-anak dari Disney Junior ketika waktu makan, atau ketika saya perlu waktu untuk mandi. Saya pikir menonton juga bisa menjadi kontribusi pasifnya Nolan mempergunakan mulutnya. Dari artikel lain yang saya baca, makanan padat juga bisa merangsang otot-otot mulut yang berguna untuk mendukung kemampuan bicara anak. Karena Nolan juga agak susah untuk urusan makan, dan masih lebih memilih makanan halus, saya mengkombinasikan makanan padat dalam bentuk snack yang ia sukai.

Semoga saja hal-hal kecil yang saya lakukan bisa segera membantu dan merangsang mulutnya untuk bisa lebih banyak mengucapkan kata-kata.

16 thoughts on “Keterlambatan Bicara Pada Anak

  1. Terimakasih sharingnya ya. Cucu saya didiagnosa gdd (global developtment delay). Baru mulai jalan dikit2, di 20 bulan skrng ini. Krn global.delay, ya blm bicara, msh babling. Minggu dpn mo ikut baby class, spy interaksi dng teman2 sebaya…Do’akan ada kemajuan yaaa…

    • Susan says:

      Salam kenal bu Hani.. Semoga cucunda selalu sehat ya. Nolan belum saya ajak ke klinik tumbuh kembang, jadi belum tau ini delay atau nggak. Masih maju mundur saya 🙂

  2. Apa tindakan yang harus dilakukan bila seorang anak yang terlambat bicara namun ingin sekoah seperti anak lain?

    apakah di masukkan ke SLB atau umum ya
    salam kenal dan terima kasih Mbak

    • Susan says:

      Salam kenal juga mas Wadiyo…
      menurut saya tergantung ketersediaan pihak sekolah apakah mau menerima anak atau tidak, jika kasusnya tidak terlalu berat.
      Tapi saya rasa perlu konsul ke klinik tumbuh kembang untuk tahu persis langkah yang dilakukan, seperti butuh terapi wicara dan lainnya sebelum masuk ke slb.
      Terima kasih sudah mampir ya mas wadiyo.

    • Susan says:

      Hai mba Alida…hehehe, giliran telat omong, bingung. Giliran bawel, repot sendiri jawabnya ya nanti kita.
      Salam untuk Ayyas. Terima kasih mampirnya mba.

  3. Anak saya yang pertama juga jalannya dulu yang cepet. 11 bulan sudah jalan. Tapi kalk ngomongnya yang agak lambat. Dia sebetulnya beberapa kata sudah bisa menguasai, tapi entah kenapa kalo bersama orang-orang dia malah milih pake ngecuis ala bahasa alien. Hahaha. Sampe saya dituduh nggak pernah ngajakin ngomong anak. Lah? Masa’ punya mulut, cuman diem terus? 😀

    Dia baru mau betul-betul ngomong membentuk kalimat pas umur 20 bulanan. Ya, emang kudu telaten dan sabar ya jadi ibu. 🙂

    • Susan says:

      Hai mba Isnaini, terima kasih sudah mampir sini ya.
      Tapi emang gitu kali ya, kalo jalan cepet, omong agak lambat dan sebaliknya.
      Nolan juga masih pake bahasa alien ngomongnya…banyak narik2 tangan dia kalo mau sesuatu.

  4. Hastira says:

    wah, dulu anak nomer satu telat bicaranya tapi jalan cepet, susah sekali karena apa yg dia inginkan kita gak mengerti, padahal aku mama cerewet yang suak anget ngobrol sama dia, tapi tetap saja gam mau bicara. Dan sekarang anakku tipe pendiam. eh anak kedua umur 7 bulan saja sudah bsia ngomomg papa, mama tp jalannya terlambat. alhasil sekarang dia cerewet banget

    • Susan says:

      Emang lain2 tiap anak ya mba. Semoga Nolan juga bisa cepet bawel deh… 🙂 Terima kasih mampirnya mba Hastira.

    • Susan says:

      Hai mba Ria…iya yakin pasti bisa, cuma perlu disemangati dan dirangsang terus ya.. terima kasih mampirnya ya..

  5. dlu si ken usia 2 thn masih bubling mbk, dan aku pun resah, hehe, tp pantang smangat, aku trs aja ngasih stimulus si ken, sering ngajak si ken ngobrol, bahkn sering bgd, dengerin lagu2 anak, dan bbrpa kegiatan yg bs stimulasi otot bicara anak, alhmdulillh skrg udh mulai bs diajak ngobrol, yaa mskipun masih kalah jauh sih dr anak dg tipe kecerdasan linguistik.
    so ayo nolan kamu pasti bs sayang, 🙂

    • Susan says:

      Hai mba inda…terima kasih sudah mampir ya. Iya..selama masih nggak jauh dr tolok ukur saya rasa stimulasi kita bisa banyak membantu mereka. Salam sayang untuk Ken 😊

  6. Anak pertamaku usia 4 tahun jg aku mulai worried nih Mbak. Tapi kalau nonton TV dia suka niruin sih. Oh ya kalau terapi buat wicara gtu biasanya diapain ya? TFS

    • Susan says:

      Hai mba April…aku kebetulan belum pernah tau tentang kegiatan selama terapi wicara..
      Terus dipantau saja perkembangannya sesuai tolok ukur normal mungkin mba..jadi kita bisa nilai sudah sampai mana anak kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *