Lebih Dekat Dengan Santi Dewi

Santi Dewi

Arisan Link Blogger Perempuan kelompok 6 memasuki batch ke-8, yang kali ini dimenangkan oleh seorang perempuan asal Serang, Banten bernama Susanti Dewi.

Seperti anggota lain di grup arisan kami, saya belum pernah kenal dengan sosok perempuan luar biasa ini. Kesibukannya sebagai seorang karyawati di sebuah BUMN, dan memiliki 2 orang anak, tidak menghalanginya untuk tetap konsisten menulis.

Seperti ibu-ibu pada umumnya, termasuk saya, anak-anak adalah sumber inspirasi menulis yang luar biasa, dari pengalaman keseharian, tumbuh kembang, sekolah, sampai gelombang emosi ala emak-emak pun bisa menjadi topik yang hangat untuk update blog. 🙂

Blog Santi Dewi banyak menuliskan pengalaman mengasuh  kedua anak terkasihnya, Farras dan Fadya. Ada beberapa artikel parenting yang saya tandai seperti Karate atau Pencak Silat? dan juga Mengajarkan Anak Menyanyi. Pengalaman ibu-ibu lain yang seperti ini yang kadang bermanfaat juga untuk saya. Mungkin ketika menuliskan artikel ini, mba Santi tidak pernah membayangkan betapa artikel tersebut akan bisa membantu sesama ibu lainnya, tetapi begitulah keajaiban kata-kata.

Mba Santi mulai aktif menulis di blog sejak tahun 2012, dan di awal tahun 2015 beliau memiliki domain sendiri. Sama seperti saya yang baru mulai memakai domain sendiri sejak Sabtu yang lalu. Niat yang sama pastinya. Harapan untuk lebih serius menulis dan membangun branding yang lebih mumpuni.

Tampilan blog Mba Santi terlihat begitu segar dengan sentuhan warna-warna pastel khas perempuan. Saya masih harus banyak berbenah di rumah yang baru, supaya semua faktor penunjang bisa selaras dengan konten yang ditulis.

Mba Santi juga seorang penulis fiksi yang  handal, bisa dilihat di kategori fiksinya yang sudah banyak judul berbaris disana. Saya juga senang menulis fiksi, tetapi jalan cerita yang ada di kepala lebih banyak pupus ditelan kesibukan lain. Padahal, menulis fiksi menumbuhkan berbagai efek positif untuk otak. Merunut, memilah jalan cerita, memilih scene yang ingin diangkat, membangun karakter, bukanlah hal yang mudah dan bisa dilakukan sembarang orang. Fiksi entah itu pendek atau panjang, saya yakin memberi efek terapi pada sang penulis itu sendiri.

Sukses selalu untuk Mba Santi Dewi.

6 thoughts on “Lebih Dekat Dengan Santi Dewi

  1. Saya gak handal kok mba Susan dlm bidang fiksi, masih belajar, dan ingin meluncurkan novel karya sendiri 🙂 semoga terkabul, Aamiin. Terima kasih mba Susan atas ulasannya. Sukses selalu untuk mba Susan juga 🙂 Semoga suatu saat kita bisa bertemu secara langsung ya mba Susan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *