Liburan Walau Tidak Lebaran

Liburan Walau TidakLibur Lebaran adalah salah satu liburan yang paling saya dan keluarga tunggu-tunggu. Walaupun, kami sekeluarga tidak merayakan Lebaran. Tetapi suasana Ramadhan dan Lebaran itu unik, apalagi kami tinggal di kompleks dan lingkungan yang mayoritas beragama Islam. Ada sebuah tradisi di kompleks perumahan saya, khususnya di blok tempat rumah kami. Beberapa hari sebelum Idul Fitri, pihak RT memasang tenda di ujung jalan buntu yang kebetulan dekat sekali dengan rumah. Tenda itu digunakan untuk halal bihalal warga blok B, setelah selesai sholat Ied, seluruh warga yang tidak mudik, termasuk yang berlainan agama, akan sukarela datang, membawa makanan dan minuman, berkumpul, bersilaturahmi, dan saling mengucap selamat Idul Fitri.

Konon, tradisi ini sudah berlangsung berpuluh tahun, ketika kompleks ini mulai berdiri di tahun 90an. Kebetulan juga ada 2 keluarga disini yang dianggap sepuh dan dihormati karena mereka salah satu penghuni awal kompleks. Sungguh, sebuah peristiwa yang indah, betapa perbedaan bukanlah menjadi halangan untuk tetap menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.

Liburan Keluarga

Setelah pensiun dari bengkel, Papa dan Mama saya juga kebetulan sudah 2 tahun ini menghabiskan libur lebaran di rumah kami. Banyak saudara juga yang datang mengunjungi Papa dan Mama di libur Lebaran. Lebaran tahun ini pas sekali dengan musim libur anak sekolah, sehingga bisa lebih leluasa merencanakan liburan. Kami sudah liburan ke Sukabumi dan Bandung di tengah bulan Ramadhan kemarin. Sengaja dipilih hari yang sepi sehingga lebih leluasa di jalan. Cerita lengkap dan review tempat menginap juga saya ceritakan disini.

Pangrango Resort Sukabumi, Review dan Daily Home Apartment, Review

Lalu, malam lalu, ketika anak-anak sudah tidur, dan saya online di laptop, saya membuka situs belanja pakaian online, yang ternyata memang sedang mengadakan sale Lebaran. Ah, lumayan mengobati rasa rindu saya untuk sekedar menikmati dan melihat-lihat pakaian disana, mulai dari pakaian dalam sampai sepatu, syukur juga jika ada yang sesuai budget jajan bulan ini. Saya pikir, memang untuk inilah situs-situs belanja dibuat, yaitu mengakomodir emak-emak yang tidak sempat pergi ke mal, seperti saya.

liburan4

Dan sementara sebagian besar warga Jakarta mudik ke kampung halaman masing-masing, saya dan keluarga malah berencana akan main ke mall yang selama ini tidak pernah disambangi karena pertimbangan letaknya di tengah kota, dan pasti akan berkutat dengan macet menuju kesana. Maka, liburan Lebaran ini adalah waktu yang tepat untuk menjelajah tengah kota, dimana jalan-jalan ibukota bukan lagi menjadi momok macet yang menakutkan, justru menjadi ramah luar biasa karena sepinya.

Liburan biasanya mengingatkan kita untuk lebih dekat kepada keluarga, karena rutinitas sehari-hari biasanya membuat kita sibuk dengan urusan masing-masing, baik orang tua maupun anak-anak. Biarlah liburan menjadi pengingat untuk kita supaya lebih dapat menyisihkan waktu berkualitas untuk kembali dekat, kembali terhubung.

Selamat liburan dan selamat berkumpul dengan keluarga.

4 thoughts on “Liburan Walau Tidak Lebaran

  1. tahun ini g bisa mudik krn si kecil baru 4 bulan :).. tp ada enaknya jg ya mbak, ga ngerasain macet jkt :D.. makanya aku dan suami krn ga mudik, kita mw staycation aja di hotel di jkt.. itung2 si mbak ART juga pulkam, jd drpd pusing mikirin rumah sapa yg beresin dan sapa yg masak, nginep hotel ajalah 😀

  2. ratusya says:

    Aku jg ga mudik mbak. Tapi di rumah aja, mertuaku banyak banget tamunya. Dulu waktu masih single, mau lebaran di jkt aja sama keluarga, tetep aja jakarta macrettt. Kita kira jkt sepi krn pada mudik, nyatanya banyak jg yg ga mudik. Hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *