Pangrango Resort Sukabumi, Review

Pangrango Resort Sukabumi-bSuami adalah yang pertama kali berkunjung ke Sukabumi, karena menghadiri sebuah event. Sejak dari situ, ia gencar mempromosikan bahwa ia menyukai Sukabumi, karena dalam sekali kunjungan bisa meninggalkan kesan yang begitu mendalam. Jadilah, kami merencanakan liburan kesana bersama keluarga besar, Papa dan Mama saya, beserta adik dan keluarga, juga tante dan sepupu. Total ada 11 orang dalam rombongan yang ikut ke Sukabumi, dan berangkat tanggal 20 Juni lalu, setelah selesai urusan kenaikan kelas anak-anak. 

Saya dari 2 minggu sebelumnya bertanggung jawab sebagai koordinator, mencari tempat menginap, dan urusan lainnya. Setelah membaca review sana sini dari situs reservasi hotel ada 2 hotel yang menjadi pilihan saya, yaitu Selabintana Conference Resort dan Pangrango Resort Sukabumi. Saya benar-benar memutuskan hanya berdasarkan review orang-orang yang pernah menginap dan foto-foto yang ditampilkan. Saya menyadari sekarang betapa penilaian atas sebuah tempat bisa begitu membantu, padahal saya pribadi terkadang suka malas jika harus mengisi kuesioner tentang kepuasan pelanggan. Dan diputuskanlah untuk menginap di Pangrango Resort Sukabumi.

Ekspetasi dan Kenyataan

Terkadang, saya suka deg-degan pergi ke suatu tempat yang diputuskan berdasarkan review, takut tidak sesuai dengan kenyataan. Foto-foto di situs hotel sendiri atau situs reservasi online memang sengaja dibuat menarik untuk orang-orang seperti saya. Saya hanya berharap tempat yang didatangi sesuai seperti gambaran yang ada di situs-situs dan sesuai dengan harapan saya. Untuk kali ini, ekspetasi dan kenyataan saya lumayan terpenuhi. Lokasi hotel ada di jalan Selabintana, hanya sedikit melipir dari daerah kota Sukabumi. Kesan pertama ketika sampai di hotel adalah sejuk dan sepi. Di depan lobby, hanya terlihat 4 mobil dengan warna dan tipe yang sama, yang saya asumsikan adalah mobil operasional hotel. Proses check in berlangsung lancar, dan kami diantar menuju villa Anggrek, sesuai pesanan saya via Agoda. Pohon pinus menjulang menyambut kedatangan kami setelah perjalanan kurang lebih 3 jam dari Bekasi. Villa Anggrek memiliki 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, dan ruang tamu. Terlihat dari tampilan luar bangunan-bangunan di hotel ini adalah bangunan lama yang sudah dicat ulang. Sofa rotan dengan jok warna hijau motif bunga, adalah benar-benar tipikal sofa tahun 90an.

Pangrango Resort Sukabumi (1)Kondisi villa ketika kami datang agak berdebu, dan pengap, mungkin kosong lumayan lama, sehingga kami meminta housekeeping untuk membersihkan villa. Yang menarik untuk saya adalah hamparan rumput hijau dan pohon-pohon tinggi menjulang yang di halaman villa dan lingkungan hotel. Terdapat lapangan rumput untuk bermain sepakbola, lapangan basket yang kurang terurus, kolam renang yang luas, dan sebuah kolam anak. Ditengah hamparan pohon-pohon dibuat jalan setapak untuk memudahkan kita berjalan. Kolam renang ketika kami datang dalam keadaan setengah terisi dan kolam anak kotor dipenuhi daun. Tetapi menjelang sore, ketika anak-anak mulai merengek minta berenang, beberapa petugas sedang membersihkan kolam supaya bisa dipakai. Dan ketika mengobrol dengan pegawai hotel, saya mengetahui bahwa kolam mereka masih menggunakan sistem tradisional tanpa sirkulasi. Jadi, kolam hanya dipakai untuk menampung air, dan jika kotor akan dikuras secara manual. Ya, manual, seperti kita menguras bak mandi di rumah. Saya menyaksikan sendiri petugas yang membersihkan lantai kolam renang anak, setelah air dikurangi, lalu digosok dengan spon besar. Setelah itu, dilakukan pengisian air, yang memang menggunakan air pegunungan asli. Hotel ini memiliki sumber mata air sendiri untuk keperluan hotel. Dan, memang benar saja dugaan saya, anak-anak tidak tahan lama berenang karena air dan udara yang dingin.

Hotel Service

Di Villa Anggrek, kami mendapatkan sarapan pagi untuk 4 orang, karena dalam bulan Ramadhan, tidak disediakan menu buffet. Kami hanya diberikan menu dengan pilihan nasi goreng, mie goreng, atau American breakfast. Hari pertama kami memilih nasi dan mie goreng untuk sarapan dan diantar ke kamar. Tetapi rasa kedua menu itu standar dan kurang berasa, alih-alih mengalaskan bulan puasa, saya yakin koki handal biasanya bisa mengira bumbu hanya dengan kebiasaan tangannya, seperti tukang nasi goreng langganan saya di rumah. Di hari kedua, kami memesan nasi goreng ditambah dengan catatan nasi goreng yang kemarin kurang berasa, juga memilih American Breakfast yang ternyata lebih disukai anak-anak, berisi 1 lembar roti panggang, selai, 1 buah sosis, 1 omlette, dan seporsi kentang goreng.

Pada saat datang, kami disediakan 4 botol air mineral, dan keesokan harinya saya meminta jatah untuk hari kedua. Ternyata pihak hotel bilang kalau mereka kehabisan air mineral, dan saya menanyakan kapan bisa dibelikan. Pihak hotel menawarkan untuk membelikan air mineral untuk kami, saya pikir, toh mereka juga membeli untuk keperluan hotel, dan saya bisa menitip sekalian 5 botol besar air mineral. Betapa kagetnya saya, ketika sampai di kamar, petugas hotel menagih 12o ribu rupiah untuk 5 botol besar dan 5 botol sedang. Saya terkaget-kaget mendengar jumlahnya. Rupanya, asumsi saya bahwa pihak hotel menawarkan dan membelikan adalah 2 pemikiran yang berbeda. Ternyata, mereka menagih dengan harga hotel dan menginfokan ke saya kalau air mineral dibeli di koperasi karyawan. Tetapi, namanya ibu-ibu, saya langsung bete dan sedikit ngomel kepada si masnya. Kalau dari pertama bilang harganya akan segini, mending saya beli sendiri di mini market walaupun harus keluar hotel agak jauh, saya bisa dapat 8 galon air. 🙂

Kami bermalam 2 malam disini. Dihari kedua, tidak ada petugas housekeeping yang datang untuk membersihkan kamar dan memberikan layanan harian seperti pemberian jatah air mineral harian. Saya pikir hal-hal seperti ini harusnya adalah hal rutin, bukan dilakukan karena permintaan pelanggan.

Oya, ada kejutan juga dari layanan dari pihak hotel yang cukup membuat hati senang, karena setiap bangun pagi, mobil-mobil kita sudah terlihat bersih. Ada petugas hotel yang setiap pagi mencuci dan membersihkan mobil di depan villa.

Pangrango Resort Sukabumi-aCatatan dan Nilai Keseluruhan

Selain insiden air mineral itu, saya cukup puas dengan pelayanan hotel ini. Lokasi hotel mudah dicari. Hotel yang rimbun dengan pepohonan membuat betah berlama-lama duduk di teras sambil mengobrol dengan keluarga. Saya akan merekomendasikan hotel ini jika Anda mencari suasana yang lain dengan hotel yang berada di tengah kota. Tetapi karena kami berkunjung ke Sukabumi di bulan Ramadhan, sulit untuk mendapatkan makan siang, karena kebanyakan tempat makan buka sekitar pukul 16.30.

Published rate di situs hotel untuk Villa Anggrek adalah Rp 1.200.000 / malam (termasuk tax dan service), tetapi saya mendapat harga Rp 648.000 / malam (termasuk tax dan service) dengan pemesanan melalui Agoda. Jadi, silakan perbandingkan harga di situs-situs pemesanan online untuk mendapatkan harga yang lebih murah.

Resort Pangrango - Tobing

6 thoughts on “Pangrango Resort Sukabumi, Review

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *