Jalan Hidup

Pernahkah bertanya-tanya pada diri sendiri kenapa kita bisa ada di titik hari ini? Berjodoh dengan suami? Boleh tinggal di tempat sekarang? Kerja di tempat sekarang? Atau hal-hal lain yang kadang terdengar konyol tapi itulah nyatanya yang kita punya sekarang.

Saya masih percaya kalau jalan hidup kita memang garis besarnya sudah ditentukan oleh Sang Pemilik Hidup, tinggal bagaimana kita membaca tanda-tanda di jalan dan mengambil keputusan itulah yang membuat kita ada dimana kita sekarang.

Video diatas adalah video yang merekam band akustik bernama Romantic Warriors, yang rutin mengisi Melly’s Garden Bar & Resto, Jakarta setiap Kamis.
Kebetulan Kamis minggu lalu, suami saya yang kebetulan berteman dengan mereka, mampir untuk menonton penampilan rutin Romantic Warriors. Dan, didapuklah ia untuk naik ke atas panggung,
jamming dadakan dengan mereka.

Saya dulu juga jatuh cinta sama suami gegara suka sekali mendengarnya menyanyi dan juga dinyanyikan olehnya. Kalau menurut cerita keluarga, ia memang berbakat menyanyi, sejak usia 2 tahun, dia sudah bisa menyanyikan seluruh isi album lagu anak-anak jaman itu. Ia juga sering ikut lomba menyanyi dan festival baik solo, grup maupun band. Sayang, banyak piala yang tidak dipelihara dengan baik, hilang, atau rusak dimakan waktu. Yang saya tahu dia masih menyimpan satu piala festival menyanyi sebagai Juara 1 Bahana Suara Pelajar (BSP) tingkat Sumatera Utara, dan bertanding di tingkat nasional. Dia pernah cerita kalau alumni lomba menyanyi itu sekarang banyak yang menjadi artis, seperti Rossa, Nia Paramitha dan Andi Otniel.

Ada cerita lucu beberapa tahun yang lalu ketika kami berdua sedang jalan-jalan di Mal Kelapa Gading, saya melihat Judika berada di dalam sebuah toko, dan saya memberitahu suami.

Hun, ada Judika…” kata saya.

Kamu mau kenalan? Yuk kita samperin.” jawabnya. Saya yang gengsi dan malu, ditarik oleh suami mendekati Judika.

Hai, Judika…ingat saya nggak?”, kata suami. Judika berpikir sebentar, ingat wajah suami tapi lupa namanya.

BSP 2…”, suami kembali menambahkan. Dan rupanya Judika ingat.

Ohhh…iyaa… Juara 1! Gimana kabarmu? Nyanyi dimana sekarang??” tanya Judika pada suami. 

“Di gereja saja.. Ini kenalin, istri saya…”, jawab suami. Dan dialog lanjutan lainnya pun tidak lagi saya rekam. Dan kamipun melanjutkan jalan-jalan kami.

Lalu saya yang penasaran bertanya ke suami, “Kok… dia tahu kamu juara 1?”

Suami menjawab, “Karena dia juara 2-nya…”

Saya melongok.

Cobaaaa, Joe Tobing tekun seperti Judika menekuni karir bernyanyi-nya. Saya yakin ia juga pasti bisa sukses di bidang yang sangat ia cintai ini. Orang tua jaman dahulu berpikir, kalau penyanyi tidak bisa diandalkan untuk masa depan, makanya ia mengambil jurusan Akuntansi di kuliahnya, dan sampai sekarang itu adalah bidang kerjanya. 

JT

Tapi, kembali lagi, jalan hidup…

Kalau saja suami dulu benar-benar menekuni menyanyi sebagai bidang kerjanya, ia pasti sudah sukses. Ia pasti akan sangat bahagia jika menyanyi menjadi pekerjaannya, sesuatu yang ia sangat cintai. Saya sering merasa tidak berdaya ketika beban pekerjaan sekarang datang begitu deras, tekanan menjadi begitu luar biasa, dan saya tidak bisa banyak membantu. Hal yang menjadi kewajiban dan tanggung jawabnya, bergelut dengan angka, dan hal manajerial lainnya.

Dan, itulah rahasia besar Tuhan. Kita tidak tahu cerita apa yang Ia persiapkan untuk kita.

Jika suami melakukan hal itu semua, mengejar karir bernyanyi, mungkin kami tidak akan bertemu dan mungkin kami tidak akan menikah. Saya bersyukur memilikinya dengan segala kelebihan dan kekurangan, walaupun dia bukan artis papan atas seperti Judika 🙂

Saya bersyukur dia adalah ayah dari kedua anak kami, Abby dan Nolan.

Saya bersyukur dia adalah dia yang sekarang. Dia yang pernah berjualan burger di pinggir jalan, dia yang pernah tidak punya ongkos waktu kencan, dia yang pernah mengamen di lesehan…memori yang hanya kami punya karena ia tidak memilih menekuni menyanyi. Memori yang menurut saya ikut mengukir betapa kami memiliki jalan yang panjang dan boleh ada di titik hari ini.

Saya berterima kasih pada-Mu, Sang Pemilik Hidup, memilihkan ia menjadi pasangan hidup yang melengkapi jiwa.

4 thoughts on “Jalan Hidup

  1. So sweet… <3
    Wah, judika aja lewat ya…hahaha
    Gapapa skrg gk jadi penyanyi terkenal, san
    Yang penting tetap eksis kalau ada panggung hahaha
    Buktinya diajakin nyanyi melulu…hihihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *