Real World vs Cyber World

Saya yakin, bukan cuma saya sendiri, ketika membaca dinding Facebook, atau menjelajah linimasa Twitter, suka merasa iri dengan kehidupan orang lain. Foto tempat-tempat indah yang dikunjungi, kemesraan keluarga dan pasangan, atau juga foto makanan-makanan super menggiurkan. Dulu, saya pun rajin mengisi laman FB dengan kegiatan sehari-hari yang berkesan, foto anak yang mengagumkan, dan atau cuma sekedar menuliskan beberapa kata bermakna. Tapi, itu dulu. Entah sudah sejak berapa lama yang lalu saya berhenti mengupdate laman FB saya. Saya hanya menjadi pembaca status, dan kadang berkomentar sedikit, sedikit sekali.

Saya berpikir apa yang orang tulis di status atau di laman sosial media itu belum tentu menggambarkan kehidupan orang itu yang sebenarnya, atau saya yang merasa tidak perlu tahu detail tentang kehidupan orang lain. Well, this is strictly my opinion. Tapi, sekedar menjadi pembaca status, membuat saya memandang hidup jauh lebih positif. Membagi hal positif saya rasa jauh lebih penting ketimbang mempertontonkan kehidupan kita sehari-hari di media sosial. Status yang dalam bermakna, atau informasi berguna, tentu akan lebih bermanfaat daripada sekedar memamerkan setiap detik kehidupan yang terjadi di dunia nyata.

Laman media sosial untuk saya, dapat digunakan untuk kepentingan lebih besar untuk pengembangan diri sendiri. Menemukan blog tentang kehidupan seorang perempuan dan anaknya dengan HIV, membaca betapa kuatnya perjuangan seorang anak melawan kanker, tulisan tentang perjuangan kehidupan rumah tangga yang berantakan dan juga bahagia, pengalaman homeschooling, buat saya pribadi adalah beberapa hal besar yang patut di bagi di dunia maya, sehingga boleh menjadi referensi hidup sehingga dampak dunia maya benar-benar dirasakan di hidup nyata saya.

Tapi, kembali lagi, setiap orang punya pandangan dan pendapat sendiri. Banyak juga orang yang tidak tahu beretika di dunia maya, menggunakan dunia maya untuk sekedar sembunyi dari kehidupan nyata, dan lebih buruk ketika melakukan kejahatan yang terinspirasi dari betapa mudahnya mendapat informasi tentang seseorang dari laman sosial medianya.

Menjadi bijaklah kita, supaya boleh kita menjadi lebih kaya hati.

 

Home, 14 November 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *