MEMAKNAI UMUR 33

FILE13268 

33? Serius?

Rasanya kemarin masih sekolah, seragam putih abu-abu, lalu kuliah, dan sekarang 33? Geez…

Betapa waktu berlalu cepat sekali. Ya, cepat sekali. Tanpa menunggu, tanpa menunda.

Menjadi 33 di hari ini dimaknai dengan rasa syukur yang tak terhingga kepada Sang Empunya Hidup. Mempunyai lingkup keluarga kecil yang bahagia, suami yang luar biasa mencintai dan membimbing, serta seorang malaikat cantik yang selalu mengejutkan, rasanya lebih dari apa yang diminta. Lalu, apa lagi yang dicari? Tidak ada.

Mempersenjatai diri supaya lebih mengenal dan menguasai diri, serta melakukan apa yang menjadi pilihan hidup sekarang dengan sebaik-baiknya. Saya adalah seorang ibu rumah tangga penuh waktu, ya…dan saya rasanya harus bangga dengan karir saya ini. Ini adalah pilihan saya sejak awal menikah, kebetulan juga suami berpendapat sama. Pada awalnya memang dirasa berat, apalagi sejak mulai memiliki anak. Tapi saya dan suami setuju bahwa anak harus diurus oleh ibunya sendiri, bukan pengasuh atau orang lain. Dan mulailah pekerjaan sebenarnya dimulai. Seiring waktu saya mulai menikmati peran saya, apalagi ketika masa batita, yang menurut saya paling menguras tenaga dan emosi, sudah dilewati. Saya senang menjadi ibu rumah tangga. Seiring bertumbuhnya Abby, saya juga ikut bertumbuh. Secara spiritual dan juga emosional.

Memiliki anak berkebutuhan tinggi seperti Abby memang menjadi tantangan luar biasa untuk saya. Dan setelah masa ‘perang’ itu dilewati, sekarang saya lebih tenang dan menikmati hidup. Tugas membimbing dan mendampingi memang (dan semoga) masih panjang, masih banyak hal yang harus dilalui, tapi setidaknya, saya lebih percaya diri kalau saya dan suami mampu melakukan hal tersebut. Membantunya untuk selalu mengandalkan Tuhan dan juga mandiri tanpa harus bergantung pada siapapun.

Di usia 33, saya pribadi ingin juga mempunyai usaha sendiri, walaupun hanya skala rumah tangga. Saya juga ingin lebih konsisten dalam menulis, dan bukan hanya musiman. Terlebih dari semua itu, saya juga ingin lebih dewasa dan matang dalam hubungan saya dengan Tuhan saya. Mengharap supaya semua orang terkasih boleh juga merasakan berkat yang luar biasa seperti saya. Ah, rasanya klise, tapi memang itulah esensi hidup.

Selamat ulang tahun, diri…

Home, 6 Mei 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *