Susan Indriany

3 Tindakan Spiritual Yang Bisa Dilakukan Pada Keuangan Kita

tindakan spiritual keuangan
Beberapa tahun belakangan ini, banyak orang termasuk saya, yang menerapkan cara-cara spiritual untuk memperoleh ketenangan batin dalam hidup, seperti yoga, meditasi, afirmasi, atau mempercayai the law of attraction. Bukan tindakan spiritual seperti penggandaan uang yang ramai diberitakan itu loh ya. Lain lagi dengan urusan agama atau keyakinan, hal-hal spiritual yang seperti ini bisa diterapkan oleh orang dengan latar berbagai macam keyakinan. Kalau saya pribadi melihatnya sebagai cara untuk lebih fokus pada hal-hal positif, sehingga apa yang kita lakukan juga bisa memancarkan energi yang positif. Apakah tindakan ini bisa dilakukan juga dalam bidang keuangan kita? Tentu saja. Berikut adalah contohnya

1. Berdamai dengan Keuangan Sendiri
Tidak dipungkiri kalau kita seringkali melakukan tindakan yang kita sesali untuk urusan keuangan, baik dari level skala kecil atau besar. Mulai dari penyesalan mengikuti hasrat belanja hanya karena diskon, ataupun kekhilafan menggunakan kartu kredit yang menyebabkan kita terbelit hutang tak berkesudahan. Saya kebetulan lebih sering melakukan kesalahan-kesalahan kecil dalam pengaturan uang bulanan, kurang rapi dalam melakukan pencatatan dan sering ‘meminjam’ uang dari satu pos untuk pos lainnya, lupa dikembalikan, dan berakhir dengan kebingungan dengan penghitungan di akhir bulan. Saya memang lemah untuk urusan angka-angka, oleh karena itu saya perlu rutin mencatat. Hal ini mungkin sepele, tapi membuat saya merasa, ‘kok saya gini banget sih?’. Mungkin juga dirasakan oleh teman-teman yang terlilit hutang dengan pihak ketiga, yang rasanya tidak kunjung lunas. Perasaan menyesal yang sama yang sepertinya membuat kita merasa lemah dan kesal sendiri. Kita bisa coba untuk berdamai, baik dengan hati sendiri maupun dengan keadaan keuangan kita. Jika memang harus membayar hutang, maka rutinlah membayar. Jangan ulur atau tunda waktu pembayaran karena hanya akan menimbulkan efek domino. Berdamailah dengan keadaan sekarang, maupun keadaan masa lalu, dan mulai berpikir untuk ke masa depan dengan perencanaan uang yang matang untuk kebebasan finansial.

2. Tentukan Tujuan Keuangan
Dalam lingkup spiritual, niat awal adalah kunci terpenting. Sering kita mendengar dari para motivator untuk menvisualisasikan mimpi kita. Tetapkan niat, dan pajang impian kita dalam gambar, sehingga membuat kita termotivasi untuk mencapai kesana. Saya baru mulai memonetisasi blog dari pertengahan tahun lalu, dan saya punya mimpi untuk bisa membeli sepeda motor dari hasil uang menulis. Walaupun akan diperlukan beberapa lama, tapi saya menetapkan tujuan keuangan supaya lebih terarah dan fokus dalam mengumpulkan uang.

3. Syukuri Apa Yang Diperoleh

keuanganBersyukur mungkin terdengar klise, tapi percayalah, bersyukur membuat kita jauh lebih positif. Syukuri uang yang kita peroleh, sesedikit apapun itu. Berkati setiap rejeki yang datang, karena dengan begitu kita memberikan energi positif dan membuat kita menjadi lebih bijaksana dalam menggunakan yang kita peroleh. Ini juga mulai saya coba ajarkan kepada anak sulung saya, yang terkadang complain soal remeh, seperti laptop jadul saya yang tidak bisa dipakainya main game baru, atau uang jajan teman di sekolah yang lebih banyak dari uang jajannya. Walaupun terdengar sepele, tapi saya terus meningatkan Abby, untuk mensyukuri apa yang dimiliki. Laptop jadul masih cukup dipakai main game yang standar, dan Abby harus terima jumlah uang jajan yang ada karena memang tidak perlu menghabiskan uang banyak untuk sekedar jajan di sekolah.

Saya sendiri masih perlu banyak memperbaiki diri untuk urusan keuangan ini. Terlebih pada saat banyak godaan promo dan diskon di toko online langganan saya. Sebagian besar transaksi keuangan sudah saya lakukan dengan cara cashless dan mulai mencoba menggunakan alat pembayaran dari dompetku plus, sehingga mengurangi transaksi secara tunai. Kemudahan yang diperoleh dan keamanan pembayaran sejauh ini masih memuaskan. Semoga alam semesta kembali memberikan energi positif untuk kita semua, supaya apa yang kita rencanakan dengan uang kita bisa terlaksana.

Susan Indriany

Membuat Boneka dari Kaos Kaki

boneka kaos kakiMembuat Boneka dari Kaos Kaki – Berawal dari bantal di rumah yang sudah mulai kurang nyaman digunakan karena kempes, saya sering menggabungkan isi bantal. Dari dua bantal kempes, biasanya dijadikan satu bantal empuk, sehingga masih nyaman digunakan. Kemarin ada 4 bantal yang dibongkar, dan tersisa ½ isi bantal (dakron) yang tidak terpakai. Daripada dibuang, saya terpikir untuk mencoba membuat boneka dari kaos kaki. Saya mencari pola yang paling mudah, karena kemampuan menjahit saya hanya ala kadarnya. Continue reading “Membuat Boneka dari Kaos Kaki”

Susan Indriany

3 Tips Bertransaksi Secara Nirtunai (Cashless)

Tips bertransaksi secara non tunaiDekat Hati – Di jaman maju seperti sekarang, dimana internet sudah menjangkau sebagian besar perilaku kehidupan kita, teknologi transaksi nirtunai atau cashless sudah mulai menjadi pilihan pertama untuk konsumen. Yang dimaksud dengan transaksi nirtunai adalah semua pembayaran tanpa uang tunai, tetapi menggunakan kartu kredit, kartu debit, atau kartu cash. Metode pembayaran ini mengurangi penggunaan uang fisik, dan mengandalkan teknologi perbankan untuk melakukan lalu lintas transaksi keuangan. Continue reading “3 Tips Bertransaksi Secara Nirtunai (Cashless)”

Susan Indriany

Indah Nuria: Dari Lampung ke Penjuru Dunia

copy-of-indah-nuriaUngu.
Itu yang mampir duluan di mata ketika mengunjungi blog yang dimiliki oleh seorang perempuan hebat bernama lengkap Indah Nuria Savitri ini. Warna yang kuat ini sepertinya memang cocok jika kita mengenal lebih jauh sosok beliau. Saya mengenal mba Indah ketika kami mulai bergabung di sebuah grup WA, sebelumnya saya hanya tahu dari tulisan-tulisan di blognya mengenai kanker payudara. Ya, beliau seorang penyintas penyakit ini. Continue reading “Indah Nuria: Dari Lampung ke Penjuru Dunia”

Susan Indriany

Perbandingan TV Berbayar : Berdasarkan Pengalaman

perbandingan-tv-berbayarDekat Hati – Sejak menikah 9 tahun lalu, saya kebagian mengurusi biaya operasional di rumah, termasuk salah satu item di dalamnya adalah tv berbayar. Kami adalah golongan penonton tv garis lumayan keras. Suami kebetulan penggemar berat sepak bola khususnya Liga Inggris, saya penyuka tontonan lifestyle dan perempuan, dan kami berdua penggila film. Jadi, memang kami masih butuh tv di rumah. Karena pemegang hak siar Liga Inggris berubah-ubah, maka saya pun mengikuti kemana siaran itu pindah. Walhasil, di rumah sudah pernah pasang berbagai provider. Saya kemarin punya ide untuk menuliskan pengalaman berlangganan berbagai provider tv berbayar dan memberikan penilaian secara subyektif karena memang benar-benar sesuai dengan apa yang saya rasakan. Continue reading “Perbandingan TV Berbayar : Berdasarkan Pengalaman”